Kenapa Anak-Anak Dilarang Masuk Rumah Sakit?

Seorang ibu yang kira-kira berumur 50tahunan, tergesa-gesa menuju pintu Unit Gawat Darurat (UGD) sebuah rumah sakit. Ia hendak menjenguk seorang kerabat yang baru saja masuk UGD, namun langkahnya terhenti oleh halangan security di UGD tersebut. anak-anak dilarang masuk rumah sakit sebuah kalimat di depan UGD.

“Maaf bu, tidak bisa masuk anak-anak di sini” kata security ketika melihat Ibu itu ingin masuk UGD sambil menggendong anaknya yang masih berusia 6-7 tahunan.

“Kenapa tidak boleh pak, itu yang sakit di dalam tantenya kasihan” balas si Ibu

“iye bu, tidak boleh memang anak-anak masuk karena bisa kena penyakit nanti” kata pak security

“kasi masuk saja pak, kalau anak saya kena penyakit saya yang tanggung” tantang si Ibu.

Security tersebut tidak juga luluh, ia tetap kekeuh tidak membolehkan si ibu masuk bersama anaknya, untung ibu itu datang bersama kerabat lainnya untuk minta bergantian menjaga anaknya di luar UGD sembari ia masuk ke UGD.

Bukan satu kali saya mendapati kejadian yang hampir sama dengan cerita di atas, bahkan hampir tiap hari ketika dinas di rumah sakit, beberapa kali harus menegur atau meminta keluarga agar anaknya jangan dibawa serta masuk ke dalam rumah sakit. Namun nyatanya, secara kasat mata kita bisa melihat banyak anak-anak berkeliaran di rumah sakit. Padahal rumah sakit bukan tempat yang aman bagi anak, malah bisa dibilang tempat berbahaya. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak sadar akan hal itu, didukung oleh aturan rumah sakit yang terkadang bisa diatur di tempat. Mereka tidak sadar rumah sakit adalah ‘sarangnya penyakit’.

Dalam dunia kesehatan dikenal yang namanya Infeksi Nosokomial (Inoks), adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Saat kita datang ke rumah sakit dalam keadaan sehat, namun ternyata pulang dengan keadaan sakit atau membawa penyakit, maka saat itu juga kita mendapatkan infeksi nosokomial. Inoks tentu saja bisa terjadi kepada siapa saja, tua-muda, pria-wanita, anak-dewasa, bahkan petugas kesehatan pun bisa terkena infeksi. Namun kenapa hanya ada larangan untuk anak-anak?

Kenapa harus anak-anak?

Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan menderita sebuah penyakit, selain karena mereka masih dalam proses tumbuh kembang, sistem pertahanan tubuh mereka masih belum sempurna. Mari kita misalkan di dalam tubuh terdapat 1000 jenis sistem pertahanan, untuk orang dewasa mungkin iya sudah memiliki 1000 pertahanan tersebut. Namun bagi anak-anak kemungkinan mereka baru memiliki sepertiga dari 1000 pertahanan tubuh yang harusnya dimiliki. Nah, di rumah sakit kemungkinan 1000 macam sumber penyakit ada di sana, maka ketika anak-anak berada dalam lingkungan rumah sakit, kemungkinan melawan penyakit akan sangat kecil dan kemungkinan resiko terkena penyakit jadi sangat besar.

Rumah sakit punya tanggung jawab akan hal itu, makanya di rumah sakit kita akan melihat larangan membawa anak. Biasanya dituliskan “anak-anak di bawah umur 12 tahun, dilarang masuk” terpajang di dinding-dinding rumah sakit. 12 tahun adalah batasan yang dipakai untuk anak-anak, hal ini sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan (Depkes). Menurut Depkes, anak-anak adalah mereka yang berumur 5 (lima) tahun sampai dengan umur 11 (sebelas) tahun. Untuk umur 12-16 tahun digolongkan dalam fase remaja awal, sehingga dianggap sudah memilki lebih banyak sistem pertahanan tubuh untuk proteksi diri selama berada di rumah sakit.

Namun bagaimana jika anak-anak yang sakit? Jikapun anak sakit dan harus masuk rumah sakit, seharusnya dirawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), karena jumlah jenis penyakit yang dirawat di RSIA lebih sedikit dibanding rumah sakit umum. Sehingga perbandingan jumlah sumber infeksi juga lebih kecil. Kemungkinan inilah yang menjadi salah satu dasar ada beberapa macam jenis rumah sakit, yaitu untuk memperkecil kemungkinan infeksi nosokomial.

Sayangnya banyak masyarakat kita yang bandel, tetap membawa anaknya ke rumah sakit padahal sudah tau resikonya. Ada juga yang suka marah-marah ketika dilarang, meski beberapa lainnya juga terkadang patuh. Hal yang paling ironis adalah, banyak petugas kesehatan yang justru membawa serta anaknya saat bekerja. Bahkan saat anaknya masih balita, sampai-sampai terkadang harus menyusui di rumah sakit. Padahal mereka yang lebih tahu aturannya, saayng sekali justru menjadi contoh yang tidak baik.Hal ini menjadi penghalang penegakan aturan, karena masyarakat melihat kejadian itu dan membentuk pemikiran bahwa ternyata membawa anak sebenarnya tidak masalah.

Jika bukan keadaan yang sangat darurat, sebaiknya tidak usah membawa anak ketika berada di rumah sakit. Kasihan jika anak harus menderita penyakit yang sebenarnya bisa kita hindari.[adw]

29 comments on “Kenapa Anak-Anak Dilarang Masuk Rumah Sakit?”

  1. lelakibugis.net says:

    ini yang tidak banyak dipahami oleh orang awam. dikiranya rumah sakit dan dokter hanya tau melarang, padahal ada alasan di baliknya dan itu semua untuk kebaikan kita bersama.

    1. Ardian says:

      Iye kak, semua untuk kebaikan yg sehat

  2. Dawiah says:

    Ooo itu pale alasannya di. Saya kira karena suasana rumah sakit harus tenang, pasien butuh istirahat sementara anak-anak bisa pasimbung dan lari-lari jadi berisik.

    Bagusnya pihak rumah sakit mengedukasi pengunjung, misalnya menuliskan di dinding tentang Infeksi Nosokomial. Atau kasi gambar-gambar atau apapun itu yang bisa memberi informasi sehingga pengunjung bisa paham. Eh tapi kalau petugasnya sendiri yang melanggar, bagaimana di? Di situ saya kadang sedih. Yang harusnya taat sama aturah eh malah kasi contoh buruk.

    1. Ardian says:

      Sudah ada mi sebenarnya kak, peringatan, larangan hingga himbauan, tapi yah begitulah kita disini agak susah mendengar, apalagi dampaknya tidak langsung.

  3. Daeng Ipul says:

    untung cuma anak kecil yang dilarang masuk UGD ya?
    anak gadis tetap boleh.. coba kalau anak gadis juga dilarang, kan kasihan ners kayak pak Iyan
    :p

    1. Ardian says:

      Saya mah tak masalah daeng, yg jomblo iya?

  4. bisot says:

    Info ini benar-benar harus disosialisasikan demi kesehatan si anak dan satpamnya gak perlu capek-capek lagi menjelaskan makasih infonya kak

  5. Dulu waktu belum paham juga merasa heran kenapa anak kecil dilarang dibawa ke rumah sakit. Tapi ternyata ya memang benar rumah sakit tempat sumbernya penyakit jadi rawan sekali mengundang penyakit apalagi bagi anak2 yang sistem imunnya belum kuat. Saya saja waktu hamil juga dilarang ke RS, atau kalau ke RS dilarang lama2 karena khawatirnya itu…

    Btw salam kenal ya kak perdana nih berkunjung ke mari.

    1. Ardian says:

      Iye kak, ada alasan sebuah peraturan dibuat.

      Salam kenal kak, terima kasih telah mampir. Semoga betah

  6. Rara says:

    Jadi ingat dulu waktu kecil pernah temani maceku berobat. Ya waktu itu kayaknya ndak ada peraturan, tapi berobat di poli ji kayaknya dulu itu. Trus saya malah main2 pergi ke telepon umum, pencet ini pencet itu, namanya juga anak2 haha. Eh 3 hari kemudian terserang ka cacar air 😀 😀

    1. Ardian says:

      Yah jelaslah kalau RS sumber penyakit, kemudian anak2 masih tahap perkembangan, kemungkinan imunitasnya tdk bisa menjaga maksimal

  7. Nhie says:

    Karena alasan ini juga, anakku kubawah ke rsia untuk imunisasi dan kalau dia sakit.

    1. Ardian says:

      Nah lebih aman itu kak

  8. Tempo hari waktu pertama kali Papiku dirawat di PJT, saya sempat bandel bawa Pica, bahkan sampe disembunyiin segala biar gak dilihat sama satpam dan perawat. Karena pikirku kan RS khusus jantung ji, bukan penyakit menular. Eh ternyata tetap gak boleh yaa…

  9. Jadi teringat waktu kecil, saya pernah dilarang masuk RS, sekalinya jalan2 di sktr RS sy tersesat di kamar mayat hiiii

  10. isran asnawi says:

    Masih ingat dengan pelajaran biologi sma. Sel darah manusia terdiri atas tiga yakni, eritrosi, leukosit, dan trombosit. Diantara tiga ini, leukosit lah yang berperan sebagai sel darah putih untuk kekebalan dan sistem imunitas tubuh. Anak-anak mungkin sj memiliki jumlah leukosit yang lebih sdikit dbandingkan org dewasa, makanya anak2 dilarang masuk rumah sakit agar tidak terserang Inoks. Hanya ingin menyegarkan kembali ilmu yg dpljari di bangku skolah dlu, stlah membaca artikel ini. Saya bukan org kesehatan jd mohon dikoreksi apabila ada yg salah ^^

    1. Ardian says:

      Benar kak, leukosit lah sebagai bagian dari yang berfungsi sebagai kekebalan dan perlawanan.

  11. isran asnawi says:

    Komen yg kedua, sapatahu yg pertama tdk masuk

    Masih ingat dengan pelajaran biologi sma. Sel darah manusia terdiri atas tiga yakni, eritrosi, leukosit, dan trombosit. Diantara tiga ini, leukosit lah yang berperan sebagai sel darah putih untuk kekebalan dan sistem imunitas tubuh. Anak-anak mungkin sj memiliki jumlah leukosit yang lebih sdikit dbandingkan org dewasa, makanya anak2 dilarang masuk rumah sakit agar tidak terserang Inoks. Hanya ingin menyegarkan kembali ilmu yg dpljari di bangku skolah dlu, stlah membaca artikel ini. Saya bukan org kesehatan jd mohon dikoreksi apabila ada yg salah ^^

  12. Nunu Amir says:

    Dapat istilah baru “nosokomial”. Iya sih… bau-nya rumah sakit saja bikin sakit kepala. dari bau-nya saja sudah bisa terendus berbagai penyakit yang mungkin menyerang sistem imun kita.
    tentang “Hal yang paling ironis adalah, banyak petugas kesehatan yang justru membawa serta anaknya saat bekerja” sebenarnya bukan cuma ironis tapi dilematis juga. petugas kesehatan yang membawa anaknya bekerja mungkin karena tidak ada yang jagai kodong anaknya di rumah, baru sekarang susah cari pengasuh yang bisa dipercaya.

    1. Ardian says:

      Yah kak, dilematis memang. Cuman resikonya besar juga kalau bawa anak ke RS

  13. Mugniar says:

    Saya alhamdulillah berusaha mematuhi larangan RS. Termasuk ketika mertuaku dirawat dan suamiku yang menjaga. Ada keluarga yang seperti mempertanyakan kenapa anak2ku tidak dibawa sementara mereka membawa bahkan anak2 mereka ikut nginap, anak2 kami tidak.

    Jelas saja kami tak mau menginapkan anak2 di sana karena memang.bukan tempat anak sehat dan bukan tempat bermain.

    Hanya dua kali di jam bezuk saya sawa anak2 waktu itu krn neneknya parah, habis itu tidak lagi.

    Masalahnya kita tak tahu bibit penyakit apa yang ada di sekitar situ. Apalagi kalau mau menantang, ddeh. Mau ki’ apa kalau Allah kabulkan laksana mengabulkan dia. Hanya mempersulit diri sendiri.

    1. Mugniar says:

      Typo: mengabulkan doa

    2. Ardian says:

      Nah mantap kak, banyak org tua selalu bilang “ah tidakji itu, kemarin waktu ke rumah sakit nda apa2 ji”

  14. Abby Onety says:

    Wah… artikel ini harus di share kepada lebih banyak orang karena memberikan pencerahan kepada mereka yangbsll keukeh berdebat di rmh sakit kala anaknya dilarang masuk.

    Memang betul, saya sendiri sering melihat dengan mata kepala bagaimana ibu2 itu tidak mau mengerti larangan itu, padahal ini untuk kebaikan anakx juga. Hhmm….

    1. Ardian says:

      Iya kak, miris kan. Kalau anak sakit, siapa yg repot? Kan orang tuanya juga

  15. Qiah says:

    wihh makasih banget ini tulisannya ian
    akan saya noted kalau sakit ya dibawa ke RSIA di? bukan ke RS umum kayak siloam hikss.
    itumi biasa kodong saya jarang jenguk orang sakit karena nanti mau ikut duozam pasti memang mi ndak bisa ka bawaki
    selain rempongnya juga soal ini nya mi

  16. Hiks iyaa yaa..dan saya masih saja beberapa kali ajak si kecil ke rumah sakit kalau pas ada keluarga yang sakit dan harus dijenguk 🙁

Leave a Reply

%d bloggers like this: