5 Penyakit Ini Hanya Bisa Diderita Oleh Wanita

Tubuh atau fisik laki-laki dan wanita memiliki kesamanan dan juga perbedaan yang jelas, maka dari  itu ada beberapa penyakit yang bisa diderita oleh keduanya tapi ada juga penyakit yang hanya bisa dialami oleh salah satunya.

Secara fisik hanya ada dua jenis manusia di dunia ini, laki-laki dan wanita. Tubuh atau organ yang dimiliki lah yang menjadi perbedaan mendasar dari keduanya, meski organ yang dimiliki ada banyak persamaan, tidak sedikit juga perbedaan yang dimiliki. Perbedaan fisik inilah yang juga membedakan masalah-masalah yang bisa diderita oleh laki-laki dan wanita.

Pada postingan ini, kita akan membahas masalah/penyakit apa saja yang bisa diderita oleh wanita. Apa sajakah itu?

Mioma uteri

Penyakit pertama yang hanya bisa diderita oleh wanita adalah Mioma Uteri*, sederhananya bisa disebut tumor* jinak pada dinding rahim. Rahim adalah organ yang hanya dimiliki oleh wanita, itulah kenapa mioma uteri hanya bisa terjadi pada wanita.

Mioma uteri tidak diketahui secara pasti penyebabnya, namun dicurigai karena pengaruh hormon estrogen*. Wanita yang menderita mioma uteri akan merasa nyeri karena tekanan tumor, juga bisa mengalami perdarahan yang banyak dan lama saat haid bahkan bisa terjadi perdarahan di luar masa haid. Meskipun mioma uteri termasuk tumor jinak tapi bisa menghambat wanita untuk hamil jika tidak ditangani segera.

*Tumor : pertumbuhan sel yang tidak diinginkan

*Uteri, Uterus : organ reproduksi pada wanita, rahim.

*Hormone estrogen : hormon yang berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual wanita serta proses reproduksi, pada laki-laki disebut hormon testosteron

mioma uteri

mioma uteri

Kista ovarium

Salah satu organ reproduksi wanita adalah ovarium*, tiap wanita memiliki dua di sebelah kanan dan kiri. Kista ovarium adalah benjolan berisi cairan yang berkembang pada indung telur (ovarium). Sering kita dengar di masyarakat umum, seseorang wanita merasa hamil tapi ternyata isinya adalah cairan itulah kista ovarium.

Beberapa kista bisa hilang dengan sendirinya, namun ada juga yang tidak hilang dan membesar menyababkan masalah pada wanita. Kista sering tidak terdeteksi karena seringnya hilang dengan sendirinya, namun ketika kista memiliki sel-sel yang tidak normal bisa berubah menjadi kanker.

Meski begitu kita bisa mengenali gejala yang mungkin timbul, ketika mendapat gejala-gejala ini maka segera mungkin memeriksakan diri untuk memastikan masalah yang dihadapi. Misalnya saja menstruasi yang tidak teratur, nyeri pada tulang panggul, sering buang air kecil, percernaan tidak lancar, sering merasa kenyang atau kembung, sulit buang air besar.

Semakin cepat diketahui, semakin bagus untuk mempersiapkan penanganan dini. Maka sangat penting memeriksakan diri ketika merasakan ada yang tidak beres dengan tubuh kita.

*Kista : tumor jinak yang berisi cairan kental, nanah dan udara.

*ovarium : Indung telur yang memproduksi sel telur dari masa menstruasi hingga menopause

Kista Ovarium

Kista Ovarium

Kanker serviks

Kanker serviks sering disebut juga kanker leher rahim. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Meski penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual, tapi pada dasarnya wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks.

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV*.  Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Selain kanker payudara, kanker serviks adalah yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indonesia (RISKESDAS 2013). Hal ini terjadi karena kurangnya wanita yang melakukan screening untuk deteksi awal kanker leher rahim, screening yang dilakukan untuk deteksi kanker leher rahim disebut pap smear*. Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa setiap tiga tahun sekali.

*HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin.

*Pap smear merupakan sebuah tes yang dapat memeriksa keadaan sel-sel pada serviks (leher rahim) dan vagina

Prevalensi kanker : Riskesdas

Prevalensi kanker : Riskesdas

Leucorrhea

Susah yah menyebutnya, kalau keputihan terdengar familiar? Leucorrhea adalah keputihan, pada dasarnya semua wanita akan mengalami keputihan dan itu alami. Keputihan sendiri adalah cara yang dilakukan tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Lendir yang dikeluarkan saat keputihan akan membawa serta sel-sel mati dan bakteri.

Normalnya lendir yang dikeluarkan berwarna bening atau putih, tidak berbau dan tidak gatal atau perih pada vagina. Maka sebaiknya waspada saat lendir yang dikeluarkan berbeda, bisa jadi itu keputihan yang tidak normal. Hati-hati juga ketika tidak mengalami keputihan, itu juga pertanda ada yang tidak normal pada hormon dan siklus haid.

*Vagina : alat kelamin wanita

Baca juga : 5 Penyakit yang hanya bisa diderita laki-laki

 

Dysmenorrhea

Dysmenorrhea mengacu pada rasa sakit dan nyeri di awal menstruasi, umumnya terjadi dua hari pertama saat datang bulan. Ketika haid/menstruasi pasti akan terjadi nyeri, namun pada beberapa wanita terjadi nyeri yang sangat hebat, tidak tertahankan bahkan sampai tidak bisa beraktivitas.

Dysmenorrhea disebabkan adanya kontraksi atau gerakan otot-otot rahim yang kuat. Pada sebagian perempuan, rasa nyeri bisa sangat hebat, bisa pula amat ringan. Bisa terjadi menjelang haid atau selama haid, itulah kenapa ada yang bilang jangan dekat-dekat dengan wanita yang menjelang haid, bahaya.

Ini hanya bisa terjadi pada wanita, karena hanya wanita yang mengalami haid. Cuma wanita yang bisa marah sesuka hatinya menggunakan alasan haid.

***

Intinya setiap hal yang tidak normal terjadi pada tubuh patut dicurigai sebagai sebuah masalah, ketika merasakan ketidaknormalan sebaiknya memeriksakan diri. Jangan sok kuat, merasa tidak ada masalah, memendamnya sendiri. Banyak masalah penyakit yang dapat diobati dan disembuhkan karena deteksi dini. Deteksi dini sangat penting agar bisa mencegah sebuah masalah penyakit membesar dan menjadi ganas, ketika itu terjadi pengobatan dan perawatan akan membutuhkan usaha, biaya dan waktu yang tidak sedikit.

Tidak ada yang lebih mengenal diri kita sendiri, selain kita sendiri sebagai pemilik tubuh.

 

“tulisan diikutkan dalam #Tantangan5 #KMKepo kelaskepo.org

Leave a Reply

%d bloggers like this: