5 Alasan Saya Belum Beli Mobil

Teman kantor baru beli mobil hari ini, terparkir cantik di parkiran kantor dengan warna silver dan plat yang masih berwarna putih. Beberapa teman kantor mendekat, seakan mereka besi dan mobil baru itu magnet. Saya melintas dengan sepeda motor matic yang saya kendarai dua tahun belakangan, menoleh ke kanan menyaksikan kegembiraan teman dengan mobil barunya.

Setelah memarkirkan kendaraan, saya berlari sekenanya melewati kumpulan orang yang mengelilingi mobil baru berwarna silver, giliran mereka yang menoleh ke arah saya. Kurang dari satu menit, jari saya sudah berada di mesin finger scan dengan catatan waktu 8.04. ahh saya telat 4 menit.

Kemudian seperti biasanya saya langsung menuju ruangan kerja, duduk nyaman di kursi singgasana saya dengan setelan pendingin ruangan. “eh masa na lombaiki beli mobil, na seniorki kita” seorang teman seruangan tiba-tiba memulai percakapan membahas mobil baru yang berwarna silver itu.

Saya menjawabnya dengan nyengir, kemudian menekan tombol power computer yang ada di meja. Saatnya kerja, piker saya. Pertanyaan itu saya lalui dengan mudah, toh pertama kali saya mendapatkannya dan selalu berhasil dengan jawaban NYENGIR.

Setidaknya ada beberapa alasan, saya belum membeli kendaraan beroda empat itu.

Keinginan dan Kebutuhan

Saya pernah membaca, cara mengatur keuangan adalah kita harus tahu mana yang menjadi keinginan dan mana yang menjadi kebutuhan. Kata orang-orang bijak, ketika kita terjebak memenuhi keinginan, kita akan melihat uang yang kita kumpulkan mengalir seperti air bah, cepat dan tak terbendung. Sebanyak apapun uang yang kita miliki, tidak akan pernah bisa memenuhi keinginan. Eh mungkin terkecuali kepada orang-orang seperti Steve Jobs atau Mark Zuckecberg yang katanya punya uang yang tidak terbatas. Entahlah.

Beda ketika kita tahu mana yang menjadi kebutuhan, kita akan bisa menghemat sejumlah uang yang sebenarnya tidak perlu kita belanjakan. Alasan pernah saya belum membeli mobil adalah saya belum butuh.

Meski terkadang mengeluh dan tiba-tiba mengidamkan sebuah mobil, saat hujan tak berhenti atau ketika panas matahari sangat menyengat.

Rencana

Stick to the plan, saya tidak mempunyai rencana memiliki mobil di usia muda. Takut khilaf, terbawa pergaulan dan merusak diri, atau mungkin hidup saya jadi hedon. Rencananya sih saya baru mau memikirkan membeli mobil setelah berkeluarga nanti, paling tidak sudah ada tanggung jawab yang saya harus pikul, jadi kemungkinan kecil terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan.

Belum menikah

Sudah pasti, alasan selanjutnya adalah karena belum menikah. Kenapa begitu? Yah karena memang sudah rencananya begitu, menikah dulu baru beli mobil, kalau belum menikah yah belum beli mobil, jadi menikah dulu baru beli mobil, kalau belum menikah yah jangan beli mobil, makanya menikah dulu baru aahhhh ini tidak akan ada habisnya.

Belum mau Pusing

Seorang teman pernah berkata  “Kalau sudah kuat pusing, beli mobil, karena mobil adalah sumber dari banyak pusing”. Bisa benar, bisa juga tidak kata teman saya itu, Jelasnya saya belum siap untuk dipusingkan berbagai hal terkait mobil, uang bensinnya lah, perawatannya lah, modifikasinya lah, membersihkannya lah.

Itu semua belum masuk sebagai hal-hal yang ingin saya pusingkan, saya masih enjoy dengan kendaraan roda dua yang Alhamdulillah hasil dari keringat sendiri.

lagian saya juga tidak suka melihat banyaknya kendaraan di jalan, bikin macet saja, saya tidak mau menjadi orang yang menambah padatnya kendaraan di jalan.

Belum mampu

Lupakan semua alasan di atas, hingga sekarang saya belum beli mobil karena belum mampu. Sekian.

Jadi stop bertanya “Iyan kenapa belum beli mobil?”

 

*Tulisan ini diikutkan dalam #Tantangan5 kelaskepo.org

4 comments on “5 Alasan Saya Belum Beli Mobil”

  1. Bikin dong 5 alasan belum menikah

    1. Ardian says:

      saya masih pikir, ada banyak soalnya hahaha

  2. ada banyak calon yah Pak?

    1. Ardian says:

      yah nda begituji, bukan karena banyak calon.

Leave a Reply

%d bloggers like this: