5 Tanda-Tanda Infeksi

“ih liat ini luka di tanganku, ndak infeksi itu?” Eky bertanya sambil memperlihatakn tangan kanannnya. “tidak, belum ada tanda-tanda infeksi, aman” kata saya.

Percakapan itu terjadi suatu hari ketika saya dan beberapa teman, mendaki salah satu gunung yang ada di Sulawesi selatan. Eky salah satu teman yang ikut, sempat terpeleset ketika menapaki jalan yang menurun, ketika jatuh Eky sempat berpegangan di salah satu pohon yang ada di dekatnya. Ternyata tangannya terluka, ada luka di antara jari telunjuk dan jari tengah. Mengeluarkan darah dan Nampak ada robekan.

Setelah saya bersihkan dan berikan perawatan seadanya, Eky melanjutkan perjalanan setelah saya yakinkan bahwa lukanya tidak infeksi.

Apa sih itu infeksi? Saya coba jelaskan secara sederhana apa sih yang dimaksud dengan infeksi. Infeksi adalah masuknya kuman, bakteri atau organism easing ke dalam tubuh, kemudian berkembang biak di dalam tubuh dan menggunakan tubuh sebagai tempat tinggal, tapi sayangnya merugikan bagi kita (tubuh).

Kuman atau organisme bisa masuk ke dalam tubuh dalam berbagai cara, bisa karena melalui dengan perantara makanan yang kita makan atau melalui luka. Luka berarti ada ruang yang terbuka di tubuh kita dimana seharusnya itu tidak terbuka, namun tidak semua luka berarti infeksi.

Ada 5 (lima) syarat yang harus dimiliki untuk memenuhi kategori infeksi, atau bisa dibilang tanda-tanda infeksi.

Dolor

Hal pertama yang kita rasakan ketika mendapat luka adalah nyeri atau sakit pada daerah yang mengalami luka, nyeri ini adalah respon yang pasti terjadi ketika mendapat luka. Nyeri terjadi ketika ada kerusakan atau adanya masalah dalam tubuh, sebagai pengingat sesuatu yang tidak beres tubuh akan memberi peringatan berupa nyeri.

Kita yang memilki tubuh, harus tanggap dengan nyeri ini. Ketika merasakan nyeri yang sebelumnya tidak ada, kita perlu waspada akan sebuah masalah yang timbul. Nyeri adalah tanda-tanda infeksi yang pertama.

Kalor

Kalor berarti panas, jangan diplesetkan jadi KOLOR karena artinya beda.

Kenapa bisa terjadi panas pada daerah yang luka atau infeksi? Ini adalah mekanisme tubuh, ketika terdapat luka atau infeksi di bagian tertentu, tubuh akan memperbanyak aliran darah ke bagian tersebut untuk melakukan perbaikan secepat mungkin dan atau melawan kuman/bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Mekanisme itu menyebabkan peningkatan suhu pada bagian tersebut.

Baca juga : 5 Penyakit yang hanya dialami wanita

Tumor

Tumor yang dimaksud bukanlah tumor yang terjadi karena ada sel kanker, atau tumor-tumor yang sering kita dengar harus melakukan operasi untuk penanganannya.

Secara harfiah tumor berarti pembesaran atau pembengkakan, ketika terjadi infeksi bagian tubuh yang terjangkiti akan sedikit bengkak/besar dari ukuran sebelumnya. Hal ini terjadi masih berhubungan dengan banyaknya aliran darah yang menuju daerah terinfeksi.

Sel akan sedikit membesar ketika aliran darah juga lebih banyak dari sebelumnya, untuk bisa mengimbangi penambahan aliran darah tersebut. Makanya biasanya ketika ada bagian yang agak bengkak, di bagian bengkak itu akan ada banyak darah.

Rubor

Rubor berarti kemerahan. Hal ini terjadi karena aliran darah yang menuju lokasi terinfeksi mengisi pembuluh darah yang kecil, melebarkan pembuluh darah kecil-kecil itu sehingga menimbulkan warna yang lebuh cerah.

Dalam instilahnya disebut sebagai hyperemia atau kongesti.

5 tanda-tanda infeksi

tanda-tanda infeksi

Fungsio Laesa

Kalau anda memilki luka dan memiliki 4 tanda-tanda infeksi di atas, jangan kaget dulu masih asa satu syarat yang harus dimiliki untuk dikatakan infeksi, yaitu Fungsio Laesa atau perubahan fungsi.

Misalnya saja Eky yang tadi mendapatkan luka di bagian tangan khususnya jari, apabila jari-jari Eky tidak bisa digerakkan secara normal atau tangannya tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Maka itu yang disebut fungsio laesa.

Intinya terjadi perubahan fungsi dari bagian yang terinfeksi, tidak bisa digunakan sesuai dengan fungsinya. Kaki tidak bisa dipakai berjalan atau sakit ketika berjalan, tangan susah digerakkan, hati tidak bisa mencintai seseorang, loh?

***

Untunglah Eky tidak memiliki 5 tanda-tanda infeksi tersebut, jadi tangannya yang luka tidak mengalami infeksi. Namun ketika mendapat luka, infeksi atau tidak harus tetap diobati atau diperhatikan. Jangan sok kuat dengan mengatakan “ah hanya luka kecil, ini sih biasa”.

Tetap saja mencegah lebih baik daripada mengobati.

*Tulisan ini diikutkan dalam #tantangan5 kelaskepo.org

4 comments on “5 Tanda-Tanda Infeksi”

  1. Pak, jatuh cinta bikin infeksi ndak Pak?

    1. Ardian says:

      Infeksi kalau dia fungsio laesa, otak yang harusnya dipakai berpikir banyak hal, malah jadi hanya berpikir ke satu orang

  2. Infeksi Hati says:

    jadi kalau ada hati yang tidak bisa mencintai lagi maka kemungkinan besar hati itu sudah terkena infeksi ya Ners?

    1. Ardian says:

      Iye daeng, bisa jadi begitu. terinfeksi oleh satu hati sampai nda bisa berpindah hati. ciah

Leave a Reply

%d bloggers like this: