Zumi Zola dan Perawat Yang Tersudut.

Beberapa hari yang lalu (Jumat, 20/1/2017) tiba-tiba sebuah video menjadi viral dan melintas beberapa kali di timeline FB saya, dalam video itu terlihat seorang gubernur marah kepada perawat yang tidur. tak kalah pemberitaan media pun ramai akan hal itu.

Setelah menonton video itu, ada sesak dan sakit hati terasa di dada.

Gubernur Jambi, Zumi Zola melakukan sidak (insfeksi

Zumi Zola marah di RS

Zumi Zola marah di RS

mendadak)pada Jumat dini hari di RSUD Raden Mattaher, ia mendapati petugas jaga dan perawat tidur saat tugas jaga. Zumi memukul meja, menendang tempat sampah dan teriak-teriak.

Teman-teman perawat pun bersuara, mereka tidak terima rekan mereka diperlakukan seperti itu, dibangunkan dengan cara yang kasar dan dibentak di depan orang-orang. Mereka memberikan pembelaan melalui social media dengan membeberkan semua jerih yang mereka jalani, mulai dari upah yang kecil, hingga susahnya dinas malam.

Bukannya malah mendapat dukungan masyarakat, tapi justru tambah disudutkan “eh kalau kalian sudah niat jadi perawat yah itu resikonya, jangan tidur kalau agi dinas” bahkan ada yang lebih kasar dan tidak enak dibaca “dasar para perawat makan gaji buta”

begitulah para perawat tersudut.

Bapak Zumi Zola, saya tahu niat anda baik, ingin kinerja perawat lebih baik lagi, terlebih setelah mendapatkan banyaknya keluhan warga terhadap pelayanan di rumah sakit itu. Pertanyaan saya pak, banyak itu berapa? karena setahu saya banyak itu relatif, 10 bisa jadi sedikit kalau pembanding adalah 100, 1 juta bisa menjadi sedikit kalau pembandingnya 1 milyar, begitu juga sebaliknya 10 itu bisa banyak kalau pembandingnya adalah 20.

Berapa banyak keluhan yang masuk terkait pelayanan di rumah sakit itu pak? sudah membandingkan dengan berapa pelayanan yang diterima tanpa keluhan tidak? jangan-jangan baru 5 orang yang mengeluh terus itu jadi data untuk marah, itu cuma jangan-jangan yah pak, ini cuma pertanyaan.

Okelah misalnya bapak memang harus menegur mereka karena dasarnya adalah keluhan masyarakat, dimana anda telah didaulat sebagai penyambung aspirasi masyarakat, tapi apakah harus begitu cara membangunkan mereka pak?

Niat bapak baik, tapi caranya yang salah!

Seumur-umur saya melihat orang dibangunkan dengan cara dibentak adalah ketika ada penggerebekan di kamar kos yang dicurigai ada pasangan tidak sah di dalamnya, dibentak, diseret, dipermalukan.

Pak Zumi Zola, bentakan bukan hal baru bagi kami. Hampir setiap hari kami mendapatkan itu, dari pasien maupun keluarga pasien belum lagi dari pimpinan. Kami sudah kebal dengan bentakan pak. Jiwa kami sudah siap menerima luapan amarah dari siapapun, hati kami sudah kuat dicerca dan dimaki.

Tapi beda lagi kalau kami sementara tidur kemudian dibentak, Kaget pak. Bagaimana sih rasanya kalau sementara enak-enaknya tidur kemudian dibangunkan dengan cara dibentak seperti sedang digrebek? orang Makassar bilang “TABBANGKA”

Tahu tidak pak? Kami tidak pernah benar-benar tidur saat di rumah sakit, karena sedikit-sedikit ada keluarga pasien datang “sus cairan infusnya habis” atau “sus, infusnya macet” Telinga kami sudah peka dengan itu pak, tiap jam tertentu di pagi-pagi buta, kami mau tidak mau harus bangun memberikan obat injeksi kepada pasien pak. Intinya kami sudah terbiasa tidur terganggu, kami cuma tidak biasa dibangungkan dengan cara DIBENTAK!

Dalam video itu kalau saya perhatikan pak, ada 1 orang petugas yang mengaku bahwa dia tidak tidur, lelaki yang memakai jaket, kalau memang benar berarti ada yang siaga pak sementara yang lain istirahat. tapi ya sudahlah yah pak, bapak terlanjur marah nda enak jadinya kalau tiba-tiba ramah, apalagi ada wartawan dengan kameranya mengabadikan momen, bapak harus tampak garang dan tegas.

Kami bekerja dengan manusia pak, di mana tidak boleh ada kesalahan sedikitpun, karena kalau salah tidak ada kalimat “wah salah nih, yuk coba sekali lagi” lu kata bengkel motor? bisa mix and match onderdil kalau nda cocok atau salah tinggal diganti?

Tahu tidak pak, kurang tidur bisa mengurangi konsentrasi? Bapak pernah begadang karena nonton bola mungkin? Kemudian besoknya harus kerja pagi-pagi? Gimana rasanya pak? Linglung bukan, jadi malah sering salah kerja, kalau perawat kurang tidur diminta injeksi pasien bisa bahaya pak, salah obat bisa berabe, bisa mati tuh pasiennya.

Bapak Zumi Zola yang gagah, lain kali jika memang ingin sidak nda usahlah bawa wartawan segala. Banyak orang jadi berpikir bahwa bapak sengaja bawa wartawan supaya bisa pencitraan, saya sedih mendengarnya pak, karena saya yakin bapak tidak demikian, niat bapak baik caranya saja yang salah. Adanya wartawan juga membuat citra kami para perawat jadi jelek se-Indonesia, karena video, artikel yang diunggah viralnya tidak tertahan pak, jadilah kami tersudut dari sudut pandang manapun.

Pak Zumi kalau memang niatnya ingin membina, ada baiknya bapak menegur mereka secara personal. Panggil mereka ke sebuah ruangan tertutup, MARAH sama mereka pak, BENTAK mereka pak, keluarkan semua kata-kata yang tidak pantas kepada mereka karena mereka lalai, tapi jangan di depan kamera atau di depan masyarakat. Karena itu sungguh memalukan dan membunuh karakter kami, sementara bapak banyak mendapatkan jempol di mana-mana. Kami kebagian buruknya.

Pak Zumi Zola, para perawat meninggalkan keluarga mereka untuk bertugas menjaga keluarga lain di rumah sakit, mereka kadang tidak sempat sarapan bersama keluarga atau makan malam bersama keluarga, bahkan ketika weekend pun, mereka kadang harus menelan ludah melihat keluarga lain bertamasya menikmati liburan. Iya pak kami tahu itu resiko pekerjaan, meski mengeluh kami tidak pernah benar-benar menyesali hal itu, tidak pernah menyesali pilihan kami untuk mengambil tanggung jawab merawat keluarga orang lain, merawat Indonesia.

Baca juga : Sebelum marah-marah di UGD, kamu harus tahu ini

Apakah itu tidak cukup menjadi alasan untuk memperlakukan kami seperti orang lain atau profesi lainnya? Maksud saya kalau salah jangan dibentak dan dimarahi di depan orang , di depan umum, direkam dengan kamera yang kemudian menjadi viral dan membuat kami malu? Apa tidak ada cara lain pak? Tapi memang iya pak, lebih mudah mencari kesalahan daripada mencari pemecahan masalah. Kita semua sering melakukan itu, mencari jalan yang mudah.

Kepada teman-teman perawat, harap bersabar, ini ujian harap bersabar. Kita sudah banyak sekali diterpa masalah dan kita bisa bersabar, untuk sekali ini mari mencoba bersabar lebih keras lagi.

Salam Perawat!

 

Kunjungi channel Youtube saya

7 comments on “Zumi Zola dan Perawat Yang Tersudut.”

  1. Tari says:

    Ahhh.. sedih bacanyaa.. semoga perawat2 diberi kesabaran dalam menjalankan tugas.

    1. Ardian says:

      kamu jangan sedih, ini cobaan, harap bersabar. *loh?

  2. IRa says:

    Jadi speechless…..

  3. Ifah says:

    Kayaknya lagi trend pemerintah marah2 di tempat umum terus divideokan :3

    1. Ardian says:

      Trendnya gak bagus dih

  4. Ifah says:

    Yeayyy akhirnya bisa komen, seingatku terakhir berkunjung ke sini selalu gagal isi kolom komentar =_=

    1. Ardian says:

      alhamdulillah yah bisa komen, slahkan komen di semua tulisan

Leave a Reply

%d bloggers like this: