Merekat Indonesia melalui media sosial dengan pancasila

Beberapa bulan belakangan saya mulai menerapkan satu hal dengan pertemanan facebook, yaitu mulai membatasi pertemanan bahkan menghapus beberapa pertemanan. Sudah ratusan pertemanan saya hapus, mungkin iya saya kehilangan beberapa teman di facebook, tapi paling tidak timeline facebook saya jadi adem.

Sejak media sosial ramai digunakan, banyak orang yang kemudian seperti memiliki dua kepribadian. Kelihatan tegar dan hebat di dunia maya, namun pasif dan lemah di dunia nyata. Saya bahkan punya teman dekat yang mengajak semua orang yang berbeda pendapat berkelahi, padahal dalam keseharian sangat santun dan sopan. Menurut Heri Santoso dunia nyata dan dunia maya memiliki dasar, aturan main dan kriteria nilai tersendiri, sehingga beberapa orang menampakkan hal yang berbeda pula. Masing-masing dunia itu memiliki kriteria kebaikan yang berbeda.

Doktor Heri Santoso adalah salah satu pembawa materi dalam Flash Blogging dengan tema Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Bermedia Sosial, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian KOmunikasi dan INformatika RI di Hotel Grand Clarion Makassar pada hari jumat 16 Juni 2017. Beliau adalah Kepala pusat studi pancasila Universitas Gadjah Mada, menurutnya aktualisasi nilai-nilai pancasila berarti mengaplikasikan dalam kehidupan bernegara, berbudaya dan beragama.

Sebelumnya materi dimulai, sambutan perwakilan kepala dinas Kominfo provinsi Sulawesi selatan mengatakan bahwa perkembangan media sosial dan internet memberikan masyarakat berekspresi, namun kebebasan itu terkadang menimbulkan pergeseran budaya. Juga menyebabkan perilaku negative para penggunanya, menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian, hate speech banyak beredar di media sosial saat ini. Saya menangkap dari dasar itulah kegiatan ini diadakan. Kita ingin diingatkan kembali ke nilai-nilai pancasila yang luhur dan santun.

Upaya KOMINFO Provinsi SULSEL unuk menekan efek negatif media sosial dengan membuat gerakan AYO SANTUN DAN PRODUKTIF di MEDIA SOSIAL, gerakan ini memiliki seribuan relawan yang bertugas memberikan pemahaman pengguna media sosial, memberikan informasi pemanfaatan media sosial, hingga bagaimana memilih bahasa yang baik digunakan di media sosial.

Efek negatif dan adanya pemanfaatan media sosial ke arah yang tidak baik, membuat beberapa orang mendapatkan dampak buruknya. Bullying, persekusi, pengucilan pun terjadi di beberapa tempat, melihat hal ini MUI mengeluarkan fatwa tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Menurut Prof. Dr. Muhammad Galib M.Ma selaku Sekretaris Umum MUI Provinsi Sul-Sel, penggunaan media sosial seringkali tidak dibarengi dengan tanggung jawab, sehingga menjadi tempat penyebaran informasi yang tidak benar, hoax, fitnah, ghubah, namimah, gossip, ujaran kebencian, permusuhan, yang menyebabkan disharmoni sosial yang bisa menyebabka mafsadah di tengah masyarakat.

“Dari dasar itulah ditambah dasar dari Al-Quran, Hadist dan pendapat Ulama maka fatwa ini dibuat, sepanjang ingatan saya ini adalah fatwa yang paling panjang yang pernah dikeluarkan MUI” kelakar prof. Galib disambut ketawa peserta Flash Blogging. Dari penjelasan Prof. Galib saya menangkan bahwa Fatwa yang dikeluarkan MUI seperti sebuah tuntunan agar kita tidak melakukan perilaku yang menyebabkan dosa, dalam fatwa MUI tersebut pengguna diminta untuk bisa Tabayyun, jangan langsung sebar sebelum diverifikasi.

Persebaran konten-konten yang positif sangat dibutuhkan di negara kita, agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang segar dan bermakna. Bapak Handoko Data yang saat ini bertugas di Tim Komunikasi Presiden mengatakan bahwa Presiden Jokowo menginginkan Indonesia menjadi Negara Maju, jangan menjadi negara berkembang terus menerus. sudah 72 tahun Indonesia menjadi negara berkembang, saatnya Indonesia menuju menjadi negara maju.

Presentase pak Handoko menjadi yang paling menarik bagi saya, soalnya kita dipapari dengan sajian-sajin konten yang menarik ditambah video-video capaian pemerintah Jokowi-JK. Beberapa informasi itu bisa diakses melalui presidenri.go.id/blusukan atau jika ingin melihat sisi istana yang tidak banyak diketahui oleh orang bisa mengakses youtube.com/sudutistana

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: