Ramadhan 2017: Doa, Berkah dan Cobaan

Ramadhan Blog Contest Bersama Abu Tours

Ramadhan Blog Contest Bersama Abu Tours

Diary Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel

Berkah Bulan Ramadhan

27 Mei 2017, bulan Ramadhan tiba tepat sebulan setelah saya menikah. Minggu pertama bulan Ramadhan sangat terasa perbedaan dari Ramadhan sebelumnya. Tidak ada lagi sahur pake mie instan karena malas memasak, atau keluar subuh-subuh mencari warung yang buka untuk beli makanan sahur. Kini sesosok Dewi hadir di rumah, bergelut di dapur tiap subuh menyiapkan sahur untuk saya.

Selain itu saya tidak lagi shalat sendiri, ada istri yang menjadi makmum. Berdiri di belakang saya ketika menjadi iman dan selalu mengamini doa-doa saya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “(Ada) tiga doa mustajab, yaitu doa orang yang puasa, doa orang yang teraniaya, dan orang yang berpergian. (HR. Baihaqi). Memanfaatkan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami pun meminta dikaruniai momongan melalui perantara doa.

Positif Hamil

Positif Hamil

7 Juni 2017, Doa kami serasa dijabah oleh Allah. Setelah telat beberapa hari, saya meminta istri melakukan tes kehamilan. Sesuai dengan harapan dan doa kami, tes kehamilan menunjukkan dua garis yang berarti istri saya hamil.

Beberapa hari setelah istri positif hamil, ada bercak darah yang ke luar ketika istri buang air kecil. Saya bergegas membawa istri memeriksakan kandungan. Melalui USG dokter menjelaskan bahwa kantung kehamilannya masih kecil, istri saya diminta bedrest mengingat kondisinya yang agak lemah, dan tidak boleh berpuasa dulu.

Istri saya pun bedrest total, tidak melakukan aktivitas apapun. Mulai dari mencuci pakaian, mencuci piring, membersihkan rumah, memasak kini menjadi tugas saya. Saya tidak lagi melihat istri memasak ketika sahur, berganti saya yang sibuk mengolah makanan dengan kemampuan seadanya. Entah bagaimana saya bisa menikmati semua peran ini.

Namun, hidup selalu berputar. Kadang di bawah, kadang di atas. Mungkin saja kemarin haru karena sebuah kabar gembira, dan esoknya kabar duka menggantikan kabar bahagia. selain berkah Ramadhan dari hadirnya calon bayi, keluarga didera musibah, cobaan dari Allah SWT.

Cobaan di bulan Ramadhan

19 Juni 2017, puasa hari ke-24. Yenni adik perempuan saya, mengirimkan beberapa foto di grup. Saya mengabaikan pesan itu untuk beberapa saat. Ketika saya membuka pesan itu, beberapa gambar yang hanya membuat saya bingung. “Rumah dimasuki pencuri. semua perhiasan mama diambil. semua HP diambil kecuali HP ku.Telpon ke nomorku.” Begitu pesan pendek yang dikirim Yenni 4 kali secara terpisah.Pencuri masuk di rumah saat semua orang pergi Taraweh.

Kondisi rumah setelah kecurian

Kondisi rumah setelah kecurian

Tak berpikir panjang, saya segera menelpon ke nomer Yenni. “Uang puluhan juta dan emas hampir 100 gram dibawa pencuri”  terdengar suara serak Mama menahan tangis  mengabarkan apa yang terjadi. Saya bisa merasakan kesedihannya. Malam itu juga saya memutuskan untuk pulang kampung bersama istri, dan Chandra adik saya.

Pukul 11 malam, kami meninggalkan Makassar menuju Sidrap kampung halaman kami, 190 kilometer jarak yang harus kami tempuh di bawah guyuran hujan malam itu. Kondisi mata minus dan hujan yang tak berhenti membuat perjalanan 4 jam ditempuh dalam waktu 5 jam. Kami tiba pukul 4 subuh.

Mama langsung menjemput di depan pintu, bergantian memeluk dan menangis di pundak kami. Ketika masuk di rumah mata saya langsung menangkap wajah bapak yang datar, matanya sedih namun wajahnya datar. Saya hendak duduk di samping bapak untuk ikut sahur, ketika bapak tiba-tiba berdiri dan memeluk saya.

“Cappuka, nak” suara bapak seperti tertahan di leher kemudian berganti menjadi air mata. Bapak hanya bisa bilang “saya sudah habis, nak”

Saya memeluk bapak lebih erat, entah kapan terakhir saya memeluk bapak seerat ini. Bapak duduk melantai kembali, tapi tidak meneruskan makan sahurnya, matanya merah dan basah, bapak memegang kepala dan bersandar di tembok rumah. Air mata saya tertahan, tangan saya gemetaran menyuap makanan. Saya makan dalam diam, tidak berani bicara apapun.

Saya tidak pernah melihat bapak menangis seperti malam ini. Bagi saya bapak adalah orang yang tangguh, pekerja keras, kepala rumah tangga yang kuat. Banting tulang di sawah, berjualan di rumah untuk memenuhi kebutuhan kami semua. Bapak bersedih mungkin karena hal yang diperjuangkan untuk keluarganya selama ini, raib dalam sekejap diambil orang.

Bapak menghentikan makan, menaiki tangga ke lantai dua, meninggalkan kami di lantai dasar. saya melihat bapak tidur dengan pulas sekali. Mungkin karena kecapean setelah semalam tidak bisa tidur. Atau mungkin bapak berharap ketika bangun nanti, semua kejadian yang dialami semalam hanya mimpi.

“dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 155). Semoga kami bisa menjadi orang yang sabar.

20 Juni, 2017. Pada hari-hari terakhir Ramadhan 1438 H, sangat berasa karena dua hal. Berkah dari Allah SWT dengan hadirnya calon bayi di rahim istri dan cobaan dari Allah SWT dengan hilangnya beberapa harta benda kami. Saya percaya bahwa Allah menguji kami dengan dua cara yang berbeda, berkah dan cobaan. Allah ingin melihat kami tetap bersyukur dan tak lupa pada-Nya ketika mendapatkan berkah, dan tetap kembali kepada-Nya dalam menghadapi cobaan. Allah sedang memberikan kami kesempatan meningkatkan ketakwaan kami.

#LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah #SemuaBisaUmroh #BlogContest #Ramadhanblogcontestabutours

“Penulis sedang mengikuti Blog Contest Ramadhan  Bersama Abutours & Travel

12 comments on “Ramadhan 2017: Doa, Berkah dan Cobaan”

  1. Ifa says:

    Innalillahh, kehilangannya insyaAllah diganti dengan yang lebih baik. Sedihku baca

    1. Ardian says:

      Makasih Ifa, Semoga ada ganti yg lebih baik

  2. Mamie says:

    Yang sabar ya, semoga digantikan dengan yang lebih baik .. aamiin

    1. Ardian says:

      Iye Mamie, Makasih

  3. fainnamaal usri yusro innamaal usri yusro

    1. Ardian says:

      setelah kesusahan ada kemudahan, aamiin

  4. Mugniar says:

    Inna lillahi
    In syaa Allah Iyan sekeluarga akan jadi lebih kuat lagi setelah ini.

    Semoga diganti dgn yg lbh baik semua kehilangan.

    Semoga kondisi istrinya sehat terus dan Iyan makin menikmati peran sbg calon bapak, yaa

    1. Ardian says:

      aamiin, makasih doanya kak.
      Insya Allah, rencana-Nya lebih baik

  5. Nanie says:

    Berkaca-kaca mataku di bagian bapak ta’ bicara, sedihnya insya Allah diganti dengan yang lebih baik ya kak Iyan

    1. Ardian says:

      iye kak, makasih, aamiin semoga diganti yg lebih baik

  6. sitti maryam says:

    Sabar q dek iyan, sgt terharu baca q..innalloha ma’asshobiriin, sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar dan Allah maha mengetahui segala kesedihan hambanya. Insya Allah akan diganti dan diberi rezki yg kita tdk akan duga dtgnya jika kita slalu berdoa & bersabar amiiin

    1. Ardian says:

      aamiin kak, terima kasih. Semoga kesabaran selalu ada pada kami

Leave a Reply

%d bloggers like this: