Tentang Film Filosofi Kopi 2

Saya sering sekali mendengar beberapa orang mengatakan “saya ndak suka nonton film Indonesia, ceritanya begitu-begitu saja, ndak kuat. Rugi kalau harus bayar untuk nonton”. Bukan sekali dua kali saya mendengar pernyataan itu, pernyataan yang langsung memberikan penilaian kalau film Indonesia itu tidak bagus.

Terakhir kali diminta datang dalam gala premier sebuah film horor Indonesia, review saya dan beberapa teman-teman pun jauh dari kata memuji hasil film itu. Pada hari Jumat 7 Juli 2017, bersama beberapa teman bloger Makassar, saya menghadiri undangan Gala Premiere Filosofi Kopi 2; Ben dan Jody yang digelar di Trans Studio Mall Makassar,bersama dengan para tokoh utamanya tentu saja untuk diminta pendapat terkait dengan hasil film ini.

Satu hal yang membuat film Indonesia kadang mendapatkan nada pesimis dari penonton Indonesia sendiri, adalah jalan cerita yang dangkal dan kurang riset. Sehingga film yang ditonton pun seperti cerita sinetron yang bisa disaksikan di Tivi tiap harinya, kalau seperti itu ngapaian ke Bioskop kan? Filosofi Kopi 2 ini layaknya untuk dinonton di bioskop, uang yang kita keluarkan worth it dengan cerita yang disajikan.

Gala Primiere Filosofi Kopi 2 di Makassar

Gala Primiere Filosofi Kopi 2 di Makassar

Filosofi Kopi 2 adalah lanjutan dari film Filosofi Kopi, kisah tentang Ben dan Jody yang membangun coffee shop bernama Filosofi Kopi. Katanya karena setiap kopi, memiliki filosopinya masing-masing. Saya yang sebelumnya tidak menonton Filosofi Kopi yang pertama, agak susah mengikuti jalannya cerita Filosofi Kopi 2. Namun jalan cerita yang apik membuat saya bisa menikmati film ini.

Film dibuka memperlihatkan mobil VW Combi berlantai dua, ternyata ini adalah coffee shop berjalannya Ben dan Jody, Kopi enak harus dibagi-dibagi adalah alasan kenapa mereka memilih berkeliling menjajakan kopi. Berkeliling Indonesia menjajakan kopi yang enak sambil mencari nafkah bukankah sebuah perjalanan yang menyenangkan? Namun yang namanya film, konflik pasti ada.

Konflik pertama film ini dimulai ketika Ben berpikir, bahwa apa yang mereka lakukan memang menyenangkan tapi tidak ada ujungnya, mau sampai kapan berkeliling terus? Kemudian Ben mengajak Jody kembali ke Jakarta, membangun kembali Filosofi Kopi dan menjadikannya tempat minum kopi paling enak. Disinilah konflik-konflik lainnya menyusul, bagaimana mereka kebingungan memulai usaha yang membutuhkan tidak sedikit dana, muncul lagi masalah antara Ben dan Jody, masalah keluarga hingga masalah perasaan. Lengkapnya nonton nanti di tanggal 13 Juli di bioskop-bioskop terdekat Indonesia.

Film ini sukses membuat saya penasaran bagaimana FIlosofi Kopi pertama, akhirnya saya membuka internet mencari film Filosofi Kopi. Untung nemu di Youtube oleh seseorang yang merekam film ini setelah di putar di salah satu stasiun TV, disini karakter Ben yang idealis dan keras sangat nampak. Membuat saya tahu kenapa Ben agak temperamen jika bersingungan dengan masalah idealismenya.

FIlosofi Kopi mampu melahirkan cerita kekinian yang tetap menyentuh rasa, serta konflik di dalamnya. Kekinian karena mengangkat tema tentang kopi yang saat ini lagi booming, coffee shop dimana-mana, Barista sudah banyak. Menyentuh rasa dengan konflik hati dan perasaan antara perempuan dan laki-laki. Sesuatu yang selalu ada celah untuk diceritakan.

Kemudian satu hal yang paling menarik bagi saya pribadi adalah, 2 lokasi syuting film ini mengambil setting di Sulawesi Selatan yaitu Makassar dan Toraja. Sebuah kebanggaan bahwa Makassar dan Toraja sudah dilirik sineas nasional untuk membuat film, bisa jadi pelecut-pelecut semangat sineas local untuk membuat film yang bercerita tentang daerah sendiri.

Hanya satu hal yang kurang dari jalinan cerita dan konflik yang ada dalam film ini, karena teman saya Kak Anchu (tulisan Kak Anchu tentang Filosofi Kopi) bisa menebak jalan cerita atau konflik yang akan terjadi selanjutnya. Konflik masih agak umum bagi penonton Indonesia, meski tetap saja saya dibuat hanyut oleh cerita film ini. Saya baru menyadarinya ketika Kak Anchu mencoba menebak bahwa Ben dan Tara akan……………….. (Sebaiknya saksikan sendiri). Btw, Tara adalah salah satu tokoh dalam film ini, diperankan oleh Luna Maya.

Terakhir salut untuk Filosofi Kopi yang mendonasikan setiap satu tiket yang terjual untuk  satu benih kopi kepada petani kopi Indonesia. Mantap

10 comments on “Tentang Film Filosofi Kopi 2”

  1. Tari Artika says:

    Chicco dan Luna maya akan…… Setelah pesan2 berikut

    1. Ardian says:

      Jangan Spoiler loh

  2. Zilqiah says:

    Nda ada gang link ku kamu jejerkan dengan nama2 blogger beken di atas hiksss padahal adaji postinganku juga nda jadika komen deh pulang ma !

    1. Ardian says:

      duluanki jadi tulisanku dari tulisanta kak, jadi nda masuk 🙁

  3. daeng ipul says:

    Luna Maya sudah kelihatan tambah tua di? Tapi auranya tetap kuat

    1. Ardian says:

      iya daeng, tetap dengan pijamas stylenya hihih

  4. nunuasrul says:

    Jody dan Brie akaan ….. Setelah pesan2 berikut

    1. Ardian says:

      hahaha nda boleh spoiler

  5. Fillyawie says:

    Mungkin saya salah satu orang yang juga bilang, Film Indonesia ceritanya gitu2 ajah, nggak kuat ✌️. Tapi berbeda dengan Film Filkop 1 & 2 ini. Selain ceritanya dalem banget, ada abang Ben dan Jody yang bikin kita2 happy .

    1. Ardian says:

      sepakat, ceritanya di atas2 rata2 film indonesia pada umumnya lah

Leave a Reply

%d bloggers like this: