5 Keluhan Mahasiswa paling sering Kepada Dosen

Demi mengejar cita-cita pendidikan SMA kadang tidak cukup, jaman sekarang banyak lowongan pekerjaan yang mempersyaratkan lulusan S1 (sarjana). Masa-masa indah di SMA pun berlalu, semua terasa berbeda saat memasuki fase kuliah. Belajar tidak lagi memakai seragam, upacara pagi juga tidak ada adalah sedikit dari banyak hal yang berbeda di bangku kuliah.

Selamat tinggal bapak/ibu guru, selamat datang bapak/ibu dosen. Paling terasa bedanya ketika duduk di bangku kuliah adalah pengajar, dulunya kita akan diajari oleh para guru tapi sekarang digantikan oleh dosen. Dosen adalah pendidik professional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepasa masyarakat. Tiap mata kuliah akan diisi oleh dosen yang berbeda, sesuai dengan konteks mata kuliah tersebut.

Dalam menjalani kuliah terkadang banyak hal yang tidak sesuai harapan, salah satunya dosen. Berikut beberapa hal yang sering dikeluhkan mahasiswa kepada dosen

  1. Jadwal kuliah yang tidak menentu

Sudah datang pagi-pagi, eh dosennya baru bisa masuk siang hari. Sudah menunggu berjam-jam, dosennya malah tidak jadi datang. Lagi PeWe (posisi weunak) di kost tiba-tiba ada jadwal kuliah dadakan dari dosen, buru-buru menuju kampus menembus macet dan hujan pas tiba di kampus kuliahnya batal. Sudah begadang bikin tugas presentasi yang deadline, malah kuliahnya tidak jadi. Tugas tidak selesai, justru kuliah tepat waktu. Sudah terlambat datang, dosennya cuma kasi tugas terus absen. KESAL KAN?

Meski jadwal kuliah sudah terjadwal, seringnya jadwal kuliah berubah di luar pengaturan awal. Seringnya karena dosennya tidak jadi datang, atau dosennya punya kegiatan lain. Mahasiswa tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti kemauan dosen, karena kalau tidak datang yah bakalan alpa. Kebanyakan alpa, tidak bisa ikut ujian. Kejadian ini sepertinya keluhan umum di hampir semua di perguruan tinggi, khususnya di Indonesia.

Tiap kejadian selalu ada alasannya, termasuk perubahan jadwal kuliah yang datangnya tiba-tiba dan tidak bisa ditebak. Dosen pasti punya alasan memindahkan jadwal kuliah, atau tidak jadi masuk mengajar. Dosen punya kewajiban melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dosen juga selalu punya rapat yang juga kadang mendadak, mereka juga punya atasan. Mungkin itu yang kadang membuat mereka mau tidak mau menunda kuliah atau membatalkan kuliah. Tapi ada juga kan dosen yang tepat waktu?

Mana dosennya? (pic from google)

Mana dosennya? (pic from google)

  1. Curhat saat memberikan kuliah

Di tengah-tengah perkuliahan ketika dosen memberikan penjelasan tentang materi, tiba-tiba saja dosen bercerita tentang hal lain. Bercerita tentang hal yang menyangkut dirinya, biasanya lebih ke pengalaman pribadi dosen. Anak muda sekarang sih menyebutnya curhat, yah dosennya curcol (curhat colongan) di tengah-tengah kuliah. Terkadang sih berhubungan dengan materi kuliah, kadang juga tidak ada hubungan sama sekali. Kalau sudah seperti ini, biasanya dosen akan bercerita dengan menggebu-gebu.

Jadilah sosial media dihiasi dengan status “Yah dosennya malah curhat”. Hayo pernah bikin status seperti itu kan? Kalau dosennya curhat yah tidak apa-apalah, kamu tinggal dengar aja. Anggap saja ice breaking di tengah panasnya otak dipaksa menyerap pelajaran.

Dosen juga manusia biasa, butuh berbagi keluh kesah dengan orang lain. Ada juga gunanya kamu dengar baik-baik curhatan dosen, bisa digunakan untuk mendekati dosen supaya akrab dengan dosennya. Iya kan? Tidak selamanya juga dosen curhat itu membosankan, kadang ada juga yang cukup menghibur dan lucu. Menambah suasana kelas jadi hidup, mengusir ngantuk yang mendera sedari tadi.

Curhat Dong, Ma.

Curhat Dong, Ma.

  1. Kuliah yang membosankan

Terkadang ada dosen yang menyelesaikan jam pelajaran tanpa sedikitpun keluar dari materi perkuliahan. Pokoknya kelas hanya diisi dengan materi pelajaran, dari menit pertama sampai menit ke 120. Jam kuliahnya siang pula, jam dimana ngantuk bisa datang menyerang tiba-tiba dan tidak tertahankan. Bagaimana tidak ngantuk? Dosennya cuma membaca buku teks yang dibagikan atau hanya membaca slide yang ditampilkan. Tidak pernah meninggalkan tempat, juga tidak interaksi dengan mahasiswa. Pada saat seperti ini, ada mahasiswa yang seperti dinyanyikan.

Tidak semua dosen juga seperti itu kan? Anggaplah sebagai warna-warni kehidupan kampus, yang mungkin kalian akan kenang beberapa tahun ke depan di saat reuni dengan teman-teman kuliah. Dosen seperti ini juga biasanya baik loh dalam memberikan nilai, juga kadang soal ujian yang diberikan lumayan mudah dikerjakan.

Untuk mengusir ngantuk, siapkanlah permen kopi atau permen mint di jadwal kuliah dosen bersangkutan. Bisa juga ijin keluar kelas untuk menghirup udara segar, hirup dalam-dalam supaya oksigen bisa memenuhi kembali otakmu dan bisa fokus kuliah lagi.

Ngantuk!

Ngantuk!

  1. Soal ujian yang tingkat kesulitannya maksimal.

Ujian final tiba, kamu yakin bakal melalui ujian dengan mudah karena sudah belajar semalam. Semua materi yang pernah diberikan sudah kamu baca ulang, juga sudah baca ‘jampi-jampi’ entah dari ajaran mana. Ada yang malah sudah tidur bareng buku-buku pelajaran, supaya lebih menyatu katanya. Tiba-tiba langit bergemuruh, guntur menggelegar, angin kencang, hujan deras.

Baru membaca dua soal pertama, keringat dingin bercucuran. Kok soalnya susah yah? Kamu tiba-tiba nge-blank, semua hal yang kamu pelajari seperti tidak membantu. Soalnya sih masih berhubungan dengan materi kuliah, entah bagaiman dosen membuatnya sedemikian rupa susahnya untuk dijawab.

Menguasai materi pelajaran beda loh dengan menghapal, mungkin kesulitannya datang karena kamu menghapal. Kalau kamu menguasai materi, dibolak-balik bagaimanapun soalnya pasti kamu bisa jawab. Toh ini juga kebaikan kalian atau menguji kemampuan kalian, dosen tidak akan tega kok kasi kalian nilai yang jelek selama kalian berusaha. Malah biasanya nilai yang keluar dari dosen bukanlah nilai sebenanrya, tapi nilai yang telah diberikan sedikit tambahan dari dosen.

Ujian Final (nyunyu.com)

Ujian Final (nyunyu.com)

  1. Susah ditemui/dihubungi

Hal ini biasanya terjadi pada mahasiswa tingkat akhir, ketika sementara menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Entah kenapa di masa-masa seperti ini, dosen pembimbing susah ditemui. Dihubungi untuk janjian juga susah, ditelpon gak dibalas di SMS gak diangkat, eh kebalik. Giliran dosennya di kampus, susah ditemui. Ada jam ngajarlah, ada pertemuan lah, ada nau lah, ada itu lah.

Akhirnya ada waktu yang cocok, kamu dapat kesempatan untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Ternyata penderitaan belum berakhir, skripsi yang diperiksa banyak coretan di setiap lembarannya. Latar belakang belum kuat, landasan teori kurang, metode penelitian belum cocok, referensi minta ditambah. Nasib…nasib.

DOSEN PEMBIMBING!!

DOSEN PEMBIMBING!!

Pernah mengeluh karena 5 hal di atas? Seberapa kesal pun kamu kepada dosen, jangan sampai menghujat nanti kualat. Dosen juga manusia biasa, wajar jika ada kesalahan. Coba dekati dosen kalian, agar bisa mengetahui watak dari dosen tersebut. Pada intinya, dosen juga mau melaksanakan pekerjaan mereka dengan baik.

*5 hal di atas dari hasil bertanya ke beberapa mahasiswa, melihat status sosial media serta pengalaman pribadi.

2 comments on “5 Keluhan Mahasiswa paling sering Kepada Dosen”

  1. ipulgassing says:

    ciee blog baru

  2. Chandra Arysandi says:

    hahahhaa….tongeng

Leave a Reply

%d bloggers like this: