Mahasiswa keperawatan Stikes Nani Hasanuddin Makassar

Hidup penuh liku-liku, ada suka ada duka, semua insan pasti pernah merasakannya. Begitu kira-kira lirik lagu yang didendangkan Camellia Malik dengan judul liku-liku, sebuah lagu yang membawa pesan bahwa tiap orang merasakan pengalaman hidup yang berbeda. Bagaimana dengan perjalanan hidup mahasiswa keperawatan?

Meski begitu terkadang kita memiliki alur perjalanan hidup yang hampir sama ketika menjalani hal yang sama pula, alur yang sama ini biasanya dipengaruhi oleh sistem, aturan, kebijakan atau peraturan-peraturan yang mengikat.

Begitu pula dengan alur hidup yang akan dijalani mahasiswa keperawatan, meski pada proses dan hasilnya bisa berbeda namun ada jalur yang sama yang akan dilewati oleh mahasiswa keperawatan. Ada yang melewati jalur dengan mudah, ada pula yang melewati jalur dengan susah payah bahkan terseok-seok. Saya yang pernah melewati jalur itu harus bilang itu tidak mudah.

Kuliah Keperawatan

Kita mulai dengan bagaimana sih kuliah keperawatan itu? Pendidikan keperawatan itu terdiri dari pendidikan Diploma 3 (D3) Keperawatan, S1 Keperawatan, Profesi Ners, S2 Keperawatan, S2 Spesialis Keperawatan. Sebelumnya pernah ada Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) namun dihapuskan oleh Kementerian Kesehatan (KEMENKES) pada tahun 1999 dan semua SPK dikonversi ke Akademi Keperawatan (D3). Adapun sekarang ini banyak Sekolah menengah kejuruan Kesehatan (SMK Kesehatan) sebenarnya bukanlah tingkatan dari sekolah keperawatan, karena siswa yang lulus dari SMK Keperawatan tidak bisa disebut sebagai perawat.

Untuk melanjutkan kuliah sudah pasti harus lulus SMA dulu, ada dua piihan. Bisa kuliah Diploma atau kuliah sarjana. Dilemanya begini, kalau kuliah D3 Keperawatan setelah lulus langsung bisa kerja tapi mentok sebagai perawat pelaksana, untuk naik jabatan harus lanjut kuliah S1, biasanya disebut jalur konversi (Bergelar D3 lanjut S1, kuliah 3 semester). Kalau langsung kuliah S1 itu membutuhkan waktu 4 tahun, kalau kuliah D3 dulu kemudian lanjut S1 itu butuh waktu 4,5 tahun. Yah kalau begitu kenapa tidak langsung kuliah S1 Keperawatan saja?

Sayangnya gelar S1 Keperawatan tidak bisa digunakan melamar pekerjaan, jika itu berhubungan dengan pasien (kasarnya tidak boleh menyentuh pasien). Paling mentok kerja di kefarmasian bagias sales representative, atau kerja sebagai staf bagian administrasi di rumah sakit. Membingungkan memang, D3 Keperawatan boleh menyentuh pasien, eh justru sarjana keperawatan (yang tingkatannya lebih tinggi) justru tidak boleh menyentuh pasien. Untuk bisa menggunakan gelar S1 bekerja harus dilengkapi dengan Gelar Ners.

Ners adalah gelar profesi bagi keperawatan (sama seperti gelar profesi dokter untuk kedokteran), ners bisa dilanjutkan jika telah menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatan. Kuliah 4 tahun untuk mendapatkan gelar sarjana ditambah 1 tahun Praktek (Kuliah di lahan praktek) untuk mendapatkan gelar Ners.

Kalau diawali dengan kuliah D3 berarti butuh waktu 5,5 tahun untuk mencapai gelar ners, tentu saja kalau kuliahnya tidak ada masalah atau langsung melanjutkan kuliah tanpa putus. Kalau lulus SMA langsung kuliah sarjana itu butuh waktu 5 tahun untuk mendapatkan gelar Ners.

Biaya Kuliah

Pendidikan sekarang ini memang bukan barang murah, terutama di keperawatan. Makassar pada khususnya, untuk kuliah keperawatan itu kisaran antara 2,5 sampai 3,5 juta per semesternya (SPP). Itu belum menghitung sumbangan pembangunan (SP), belum termasuk biaya praktek (beberapa institusi memisahkan biaya kuliah dan biaya praktek, SPP hanya diperuntukkan untuk perkuliahan di kampus). Belum lagi buku penunjang kuliah yang harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kalau kuliah sarjana selama 4 (empat) tahun itu berarti 8 (delapan) semester, kita seragamkan, misalkan SPP kita ambil Rp. 3.000.000, berarti dibutuhkan Rp. 24.000.000 sampai selesai. Sumbangan pembangunan diperkiran Rp. 4.000.000, biaya buku diperkirakan minimal Rp. 2.000.000 per 2 semester berarti Rp. 8.000.000. Biaya praktek rata-rata Rp. 500.000 per praktek, jika praktek 9 kali akan berjumlah Rp. 4.500.000. Total sebanyak Rp. 40.500.000

Itu baru tahap sarjana keperawatan, kalau mau lanjut Ners beda lagi biayanya. Profesi Ners hanya berlangsung 2 semester, namun biaya yang dibutuhkan besar karena pelaksanaannya di lahan praktek. Rata-rata (menurut beberapa institusi keperawatan di Makassar) harus merogoh kocek hingga Rp. 20.000.000. Biaya kuliah sarjana ditambahkan biaya kuliah ners mencapai Rp. 60.500.000.

Hitung-hitungan biaya di atas adalah perkiraan saya sendiri, dasarnya adalah pembiayaan di beberapa insituti yang ada di Makassar. Kemungkinan jumlahnya lebih besar, tapi saya yakin hanya kemungkinan kecil lebih sedikit. Itupun mengabaikan biaya yang lain seperti biaya hidup sehari-hari, pelatihan, sewa kost, transportasi dan lain-lain.

STR dan Uji Kompetensi

Lantas, setelah selesai kuliah D3 Keperawatan atau Ners sudah bisa langsung kerja? Oh belum tentu, terutama jika kamu belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Untuk mendapatkan STR, masih ada satu ujian yang harus dilewati meski sudah dinyatakan lulus oleh kampus, yaitu Uji kompetensi (UKOM). Sebagai bentuk penjagaan kualitas dan ingin menetapkan standar nasional kompetensi keperawatan, uji kompetensi dilaksanakan sejak 2013 (diatur dalam UU No.36/2014 tentang Tenaga Kesehatan dan UU No.38/2014 tentang Keperawatan).

Uji kompetensi Ners adalah salah satu perjalanan mahasiswa keperawatan
Uji kompetensi Ners adalah salah satu perjalanan mahasiswa keperawatan

Sejak pertama kalinya dilakukan di tahun 2013 hingga pelaksanan yang ke 6 (enam), masih ada sekitar 10% yang tidak lulus UKOM meski telah mengikuti UKOM sebanyak 6 kali. Pelaksanaan UKOM 2 kali dalam setahun, 6 kali ujian berarti menghabiskan 3 tahun. Uji kompetensi ini seakan menjadi momok bagi mahasiswa keperawatan, bagaimana tidak? Sudah dinyatakan lulus dari kampus tapi belum diakui kompetensi kalau belum lulus UKOM.
Barulah jika lulus UKOM punya hak untuk diberikan STR, tapi jangan berpikir proses pembuatannya cepat. Menunggu terbitnya STR butuh waktu berbulan-bulan bahkan tahunan (salah satunya teman saya yang menunggu terbit STR setelah 1 (satu) tahun menunggu.(diatur dalam Permenkes No. 148 tahun 2010).

Mencari Pekerjaan

Mari berangan-angan UKOM sudah lulus, STR sudah di tangan. Apakah sudah bisa kerja? Tunggu dulu, secara legalitas mengantongi ijasah dan STR itu memang sudah bisa kerja, namun jangan lupa bahwa bukan cuma kita yang mencari kerja, ada banyak orang dengan tujuan yang sama.
Tiap tahunnya terdapat ribuan lulusan keperawatan, yang akan mencari kerja juga. Artinya siap-siap bersaing dengan ribuan lulusan itu. Data dari Asosiasi Institusi Penyelenggara Ners Indonesia (AIPNI), terdaftar sebanyak 288 Institusi penyelenggara pendidikan keperawatan. Anggap saja tiap institusi meluluskan 100 mahasiswa tiap tahunnya, itu berarti 28.800 lulusan keperawatan akan mencari kerja di sektor yang sama. Menurut pengamatan saya tidak ada kampus (di Makassar) yang meluluskan mahasiswa keperawatan hanya di bawah 100, itupun 2 (dua) kali wisuda tiap tahun. Hitungan 100/tahun hanya mengambil angka minimal.

Sementara itu pilihan bekerja juga tidak banyak, mau jadi PNS kuota sangat terbatas untuk tenaga kesehatan. Bekerja di rumah sakit swasta pun hanya bisa menampung puluhan orang, ingin jadi dosen pendidikan minimal S2. Membuka klinik harus punya modal banyak dan perijinan sana sini, itupun masih sebatas klinik untuk perawatan luka.

Bekerja tidak sesuai bidang ilmu? Yah ini banyak dengan terpaksa bekerja tidak sesuai dengan bidang ilmu, tuntutan ekonomi menyudutkan mereka harus menyimpang dari jalur keperawatan. Saya punya banyak teman yang bergelar Sarjana Keperawatan + Ners akhirnya bekerja di bank, bagi saya itu tidak salah karena semua orang punya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Hebatnya adalah serumit itu dunia keperawatan, ternyata peminatnya tetap masih banyak. Saya ingat waktu ketika akan masuk kuliah keperawatan “Perawat itu selalu ada penerimaan PNS, selalu dibutuhkan, masa depan menjanjikan, karena orang sakit tidak akan pernah habis”. Kalimat yang akhirnya membuat keluarga meminta saya kuliah di keperawatan, supaya gampang cari kerja nantinya.

Sepertinya kalimat itu masih berulang ke beberapa orang yang akhirnya memilih jalur keperawatan. Bagi kalian yang yang berada pada jalur yang sama, SEMANGAT hidup kita sudah digariskan, sisa kita mencari di mana garis itu digoreskan. [adw]

By Ardian

188 thoughts on “Lika-liku Hidup Mahasiswa Keperawatan”
      1. Kak apakah kampus yg kita ambil buat lanjutin ners itu berpengaruh buat prospek kerja apa nggak kak??

    1. Benar bang ardy, setau saya perempuan malah lebih dibutuhkan karena perawat perempuan boleh memegang pasien laki dan perempuan sedangkan perawat laki tidak bisa memegang perempuan

      1. Perawat laki-laki juga bisa pegang pasien perempuan kok, secara legal tidak ada aturan untuk itu.
        cuman kecenderungannya ada pasien yang menolak disentuh oleh lawan jenis.

        saya pernah 3 kali membantu persalinan. padahal saya laki-laki loh

  1. kak saya tertarik mw masuk keperawatan
    dr dulu cm tersangkut biaya
    apa masih ad peluang buat umur saya tahun ini 26th

    1. kalau masalah peluang selalu ada, tidak ada kata terlambat untuk melanjutkan pendidikan.
      saya punya mahasiswa yang berumur 30an dan 40an, dan mereka lanjut kuliah S1.

  2. Kak mau tanya apakah untuk melamar di setiap klinik atau RS baik negeri atau swasta harus di sertakan STR ?
    Bagaimana dengan lulusan S.kep Ns yang masih menunggu waktu ukom atau menunggu STR, kemana saja kami bisa mengajukan lamaran pekerjaan ?

    1. tiap klinik atau RS punya kebijakan masing-masing terkait penerimaan pegawai mereka,
      namun sepengetahuan saya STR berlaku umum, STR adalah penanda bahwa seorang perawat dinyatakan kompeten untuk melayani pasien.

      biasanya kalau smntara pengurusan STR ada surat dari DINKES setempat untuk digunakan melamar pekerjaan

  3. Kak aku d lV kep semester satu plus ners, aku juga udah pernah dengar kalau kuliahnya lama sekitar 5 tahunan dan itu masih nunggu STR lalu untuk jadi pns itu susah dan saingannya banyak, aku masih binggung kak aku salah jurusan enggak. Mumpung masih semester satu karena aku orangnya masih tidak berani buat ngerawat orang lain, aku juga dengar dari kating nyeritain dia pas praktik kaya nggak kuat dan salah jurusan padahal dari awal sebenarnya dia pengen jurusan itu. Aku lagi galau kak aku mending terusin atau berhenti ke jurusan lain. Tapi aku juga kasihan sama ortu karena udah ngebiayain baru sem 1 aja udah belasan jt karena nggak cuma ukt tetapi seragam dan asrama. Mohon saran kak

    1. Dear Lutfi,

      saya tidak bisa menyatakan bahwa lutfi salah jurusan atau tidak, namun tanya diri sendiri apakah jurusan sekarang sesuai dengan keinginan atau tidak?
      atau setelah kuliah apakah lutfi menikmati atau tidak?
      atau cari-cari dulu apakah yang bisa dikerjakan lulusan Ners setelah selesai selain menjadi perawat di RS?

      semoga itu bisa membantu

    1. gimana yah? namanya melanjutkan pendidikan S2 itu tidak ada salahnya, tapi arahnya mau kemana dulu?
      kalau mau jadi dosen baiknya ambil S2 Keperawatan

  4. Kak mau tanya saya kuliah d3 kep di poltekkes smg. Saya masi bingung ya nanti itu setelah mengikuti ukom kan tidak langsung mendapatkan str, masih menunggu kurang lebih 1 th. Salam kurun waktu tsb kita bisa mencari kerja atau menunggu dirumah? Mohon bimbingannya 🙂

    1. sekarang ini STR jadinya tidak terlalu lama kok, kalaupun lama akan ada surat keterangan pengurusan untuk pengganti STR sementara.
      jadi bisa untuk digunakan melamar kerja. semangat

    2. Mohon masukanya. Saya lulusan S.Kep.Ners mau masukin lamaran di dikes tapi bingung mau ambil bgiann apa yang sesuai dengan gelar keperawatan saya?

      1. Dinkes buka bagian apa dulu? sy rasa memasukkan lamarn itu disesuaikan dengan lamaran kerja yang terbuka di instansi tersebut

  5. Dik, kk perawat D3 lulusan 2011, poltekkes kemenkes palembang.. Skrg kerja di rsud talang ubi kab.PALI.. Rencana mau. Ikut tubel kemenkes 2018.. Bisa bantu share universitas yang buka jalur ekstensi untuk S1 + Ners?! Kalo di kampus dik Ardian gmn?

    1. salam, saya lulus ners 2011.

      MEngenai pertanyaannya banyak kampus kok yg buka jalur utk lanjut S1, namanya jalur konversi. kalau di Makassar saya tau banyak kalau di luar makassar saya kurang tahu.
      di kampus ada jalur konversi dari D3 ke S1+Ners

    1. program beasiswa yang umum biasanya ada dari DIKTI, PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dan BBM (Bantuan Belajar Mahasiswa)
      untuk cara mendapatkan PPA harus berprestasi, kalau BBM biasanya kampus yg tunjuk.

      yang lain mungkin ada tapi sy tidak bisa menjelaskannya

  6. Ka aku mau tanya, aku sekolah SMK jurusan keperawatan yang sekarang ini masih dikelas 11 smstr 2, aku udh bingung nanti mau kuliah ambil D3/S1, aku sih pengennya Kerja dulu, soalnya aku anak pertama adik ku banyak, wkwk .. denger2 dari guru2 disekolahan juga kalo D3 itu banyak yg dibutuhkan di rumah sakit, dari pada yang S1, tapi aku bingung -___- .. bisa si kak klo lulusan SMK keperawatan langsung kerja?, syrat2nya apa aja, pakai STR juga?, apa harus punya pengalaman dulu?? ..

    terimakasih ka

    1. bagi lulusan D3 keperawatan itu bisa langsung kerja sebagai perawat pelaksana di rumah sakit.
      kalau hanya lulusan S1 tidak bisa bekerja sebagai perawat TANPA ners.
      kalau lulusan NERS akan lebih mudah mendaatkan kerja dan juga tingkat yang lebih tinggi

      lulusan SMK Keperawatan tidak bisa kerja sebagai perawat.

    1. membahagiakan orang tua itu bukan tentang berapa biaya yang mereka keluarkan, dan berapa yang bisa kita hasilkan.
      tapi tentang bagaimana kita bahagia dari perjuangan mereka, kita bahagia mereka juga bahagia.

  7. Apakah s1, lanjut profesi s1 ners nggak bisa kerja di klinisi atau merawat pasien, tetapi lebih ke arah managerial, assurance, kantor.etc, yg pastinya bukan merawat pasien kak?

  8. Kak aku mau tanya dong kan sekarang aku kls 12 keperawatan, aku bingung mau ngmbil d3 atau s1 ,saran nya dong kak?

    1. kelas 12 keperawatan itu sebenarnya tdk bs disebut sekolah keperawatan, karena perawat itu minimal D#.

      kalau mmg kuliahnya panjang tapi komplit, yah ambil S1, kalau mau yg singkat2 saja tapi belum tuntas ambil D3

  9. Kak saya mau nanya, saya baru daftar keperawatan s1 nya.. dan saya bingung, bagusnya itu keperawatan s1 atau keperawatan anastesi DIV. ? Karena serah saya anastesi sedikit dibutuhkan makanya saya nyari perawat umum ..

    1. silahkan menentukan sendiri mau kuliah dimana.

      – kebutuhan perawat + Ners memang banyak, tapi lulusannya juga banyak, banyak sekali malah
      – kalau D4 Anestesi mmg kebutuhan di RS tidak banyak, tapi sumber dayanya kurang, lulusannya kurang

  10. Ka masih belum paham nih.jadi str itu di dapatnya setelh d3 ? Apa selama pembelaran d3 itu kita sudah tes ukom ? Atau bener2 lulus d3 dulu baru ukom ?
    Dan kalo mau ukomnya itu apa kita cari sendiri atau udh di sediakan dari kampusnya ?terimakasih

  11. Ka mau tanya nih aku kn sekarang kls 12 SMA rencananya ak mau lanjut di sekolas keperawatan tapi ak msh bingung mau di d3 apa S1 sedangkan org tua maunya ak msuk S1 langsung tapi apkh S1 itu gk kelamaan klo mau melamar kerja . Trus klo d3 apkh cepat klo mencari kerjanya

    1. masing2 ada kelebihan dan kekurangannya dek.
      kalau S1 memang agak panjang prosesnya (4+1 tahun), tapi begitu kerja posisi bisa bagus. karena pendidikan sebagai Perawat Proffesional sudah lengkap.
      kalau D3 hanya 3 tahun tapi jika dapat kerja di RS posisi agak rendah kemudian tetap harus kuliah lagi 1,5 tahun untuk S1 kep ditambah 1 tahun lagi untuk NErs

        1. Hay Uswa.
          Kerjaannya sama saja, bedanya cuma di tanggung jawab dan jabatan.
          Ners tentu saja bisa lebih tinggi tanggung jawab dan jabatannya dibanding D3.

      1. izin kak, jdi mnurut kakak lngsung lanjut kuliah S1 lebih baik dari D3? dlihat dari waktu jga lebih efisien yg S1 kan kak?

  12. ka aku kan dari sekolah smk kesehatan jurusan perawat, kalo misalnya aku masuk kedokteran bisa nggk yh ka? atau aku harus pindah seklh ngbil jurusan ipa

      1. Ka kan aku baru lulus yah terus aku kuliah ngambil keperawatan S1 tpi jurusan saya SMA dr Bahasa.saya blm begitu ngerti tentang keperawatan saya mau tanya apa iya gelar s1 keperawatan tdk bisa mudah melamar pekerjaan? Kenpa? Padahal gelarnya lebih tinggi drpd D3?

        1. Hay siti aggahra,
          s1 keperawatan dianggap belum bisa menyentuh pasien karena kurikulumnya itu dihabiskan di bangku kuliah, sedangkan utk bertemu pasien dibutuhkan pengalaman langsung, makanya selesai S1 sangat dianjurkan utk melanjutkan pendidikan Ners.

          D3 kurikulumnya beda dengan S1, D3 itu prakteknya lebih banyak daripda S1, sehingga dianggap mampu merawat pasien. Namun jika bekerja dgn gelar D3, jatuhnya ke tingkatan (jabatan) paling rendah di perawat.

  13. […] Menurut pengakuan salah seorang mahasiswa Keperawatan, pendidikan sekarang ini memang bukan barang murah. Pendidikan Keperawatan di Makassar pada khususnya, untuk kuliah keperawatan itu berkisar 3,5 juta per semesternya (SPP). Belum lagi sumbangan pembangunan (SP), belum termasuk biaya praktek; beberapa institusi memisahkan biaya kuliah dan biaya praktek, SPP hanya diperuntukkan untuk perkuliahan di kampus. Belum lagi buku penunjang kuliah yang harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kalau kuliah sarjana selama 4 (empat) tahun itu berarti 8 (delapan) semester, kita seragamkan, misalkan SPP Rp. 3.000.000, berarti dibutuhkan Rp. 24.000.000 sampai selesai. Sumbangan pembangunan diperkiran Rp. 4.000.000, biaya buku diperkirakan minimal Rp. 2.000.000 per 2 semester berarti Rp. 8.000.000. Biaya praktek rata-rata Rp. 500.000 per praktek, jika praktek 9 kali akan berjumlah Rp. 4.500.000. Minimal Rp. 40 juta rupiah uang yang harus dikeluarkan serta disiapkan seorang mahasiswa maupun walinya. […]

  14. Kak minta saran dong, sekarang aku kan kls 12 smk kesehatan, dan aku udh diterima d3 di poltekkes jalur pmdp, setelah tamat d3 rencananya mau lanjut buat nyari s1 ners sambil kerja(sikon sih kak :v). Kalau mau nyari keperawatan spesialis bedah gitu harus tamat d3+s1 ners atau dari d3 bisa langsung nyari keperawatan spesialis bedah? Mohon bantu kak

  15. pembahasan yg serupa dengan blog saya… sama sama prihatin dengan lulusan yg gagal ukom hingga berkali kali..nice blog bro… salam kenal

  16. Ka kalau dari segi biaya pertahun lebih mahal mana. D3 atau s1. Secara katanya d3 lebih banyak praktek dibanding s1.

  17. Kak ingin nanya dong, tahun ini aku rencana mau lanjut keperawatan d4 poltekkes bandung. Kalo untuk d4 setelah mendapat STR bisa langsung kerja merawat pasien?
    Terus kalau misalnya ngambil keperawatan d3 setelah mendapat STR bisa bekerja dulu beberapa tahun dulu misalnya? Baru lanjut ke s1 ners?

    Dan kalau boleh tau

  18. Kak mau tanya, kalau uda lulus ners, punya str dan mau buka praktik mandiri apa ada ketentua. harus Kerja dulu di rumah sakit selama bbrp taun mungkin? Apa diperbolehkan langsung membuka praktik mandiri setelah mendapat surat ijin? Lalu apakah menurut kakak sulit untuk membuka praktik mandiri? Trimakasih kak

  19. Ka, misal nih ya… Ada cita” jadi dosen, berarti kan lanjut S2… Nah saingannya banyak gk sihhh ( yg pengen terjun di pendidikan juga)?

  20. Tetap semangat teman2 jngan pernah menyerah rezeki sudah ada yg ngatur…semua bidang punya saingan alhamdulillah saya lulus jadi perawat di kepolisian …yang penting syarat kita slalu lengkap untuk bersaing jangan lupa untuk ikut2 pelatihan oogd dan btcls

    1. Best comment, aku baca artikel ka ardian sangat educatif dan infornasinya berguna bgt. Tapi ga bnyk juga komen yg mengeluh tntng jurusan ini dan binggung bagaimana nanti peluang kerjanya. Aku sependapat Sama ka aulya menurut ku semua jenis profesi juga bnyk sangaingannya yg terpenting adalah sudahkah kalian mempersiapkan untuk bertempur ? Wkwk

    2. makasih bnyk kak dr sni aku tau tenyta jd perawat tuh gak mudah, akukira sudah kuliah bs lgsg kerja ketemu pasien ternyata enggak. Aku mau tanya kak kira2 UKOM itu sulit ga ya? sama seperti ujian UN di sma kah kira2?

        1. beda sekali, S1 adalah jenjang pendidikan akademik, yang seluruh prosesnya dihabiskan di kampus. duduk di kelas mendengarkan penjelasan dosen.
          Kalau NERS adalah jenjang profesi, seluruh prosesnya diselesaikan di lahan praktek.

          mungkin secara singkat kayak gitu.

  21. Mas boleh tanya…
    Kalau hitungan kasar biaya yg dkeluarkan selama 3 tahun proses belajar d3 perawat berapa ya?

  22. Kak, aku S.Kep., Ns dan udah punya STR yg keluar april kemarin. Skrg blm kerja. Masih bingung mau kerja apa lanjut s2. Ada solusi gak dari kakak ? Ada yg blg jg kalau mau lanjut s2 bagusnya kerja dulu bru lanjut. Gimana kak ? Kakak udah s2 ?

    1. kalau mau kerja di RUMAH SAKIT, nda usah lanjut S2 dulu.
      kalau mau jadi dosen kuliah S2 dulu.

      iya saya sudah S2 dan skrg jadi dosen

      1. Thanks yah kak udah dibalas. Kakak setelah ners langsung lanjut S2 atau kerja dulu ? Spesialis yah kak ?
        Maaf yah kak, aku banyak nanya.

        1. Iya sama-sama, setelah Ners saya langsung kerja di kampus sendiri, dipanggil ngajar, begitu ada penerimaan mahasiswa S1, langsung daftar S2 dan kuliah. belum spesialis sih
          tapi sdh S2 Keperawwatan

  23. Ka mau tanya, saya ini kan lulusan S1 keperawatan, kalau mau jadi dosen harus ambil ners dulu baru S2, atau bisa langsung S2, dan kalau S2 sebaiknya ambil jurusan keperawatan apa ya ka untuk bisa bekerja menjadi dosen?

    1. syarat untuk jadi dosen yah minimal pendidikan S2, cuman utk kuliah S2 keperawatan yah harus ners dulu. jadi baiknya ambil Ners dulu.

  24. kak aku mau nanya.. kalo dari D3 lanjut S1, apakah harus lanjut Ners lagi ya pas selesai ambil S1 nya??

      1. Hallo kak mau nanya aku sekarang kelas 12 SMA rencana mau kuliah jurusan keperawatan. Aku niat banget kerja di puskesmas bagusnya ambil S1 atau D3?

  25. Assalamu’alaikum, saya ingin bertanya. Saat ini saya sudah lulus D3 Kep dan tinggal menunggu ukom. Tapi saya bingung mau lanjut kerja atau lanjut S1+ners. Soalnya dikampus saya kalo lanjut S1+Ners itu 4tahun lagi. S1 (1,5 thn), Ners (2,5 thn) dan itu cukup lama bagi saya, dan kalo lgsg kerja palingan hanya jd perawat pelaksana.
    Saya bingung harus bgmna, mohon pencerahannya kak :(.
    Dan satu lagi kak, jika saya ambil keahlian dibidang operasi bisa gak kak? Apa ada persyaratannya? Soalnya waktu saya magang di OK, disitu ada mahasiswa juga yg dari lulusan D3 yg lgsg lanjut bagian keahlian operasi gitu kak.
    Terimakasih, mohon dijawab ya kak:)

    1. Waalaikumsalam, saya baru dengar kalau ada pelaksanaan NERS sampai 2,5 tahun? saya rasa itu informasi yg keliru. Ners itu paling banyak diselesaikan 3 semester, itupun 1 semester diambil dari akademik (s1),
      tapi yang lumrah sih cuma 2 semester (1 tahun).

      kalau mengenai operasi, mungkin cari informasi tentang kuliah anestesi

  26. Kak aku sekarang mau naik kelas 12. Aku maunya sih ambil keperawatan, menurut kk ptn yang mungkin lebih mudah untuk diterima dimana ya kak? Terimakasihh

  27. Ka mau tanya saya kan kuliah di S1 keperawatan tanpa profesi ners nah untuk ke profesi ners itu saya mengajukan diri atau daftar kaya awal lagi

    1. Hay Siska, beda-beda tiap institusi. Tapi biasanya sih kalau pernah nganggur benerapa waktu, harus registrasi dari awal lagi utk melanjutkan pendidikan Ners.

  28. Kak mau nanya, jd kalo udah kuliah d4 keperawatan cuma tinggal ngelanjutin ners lagi ya? Kan D4 sama kyk S1 gitu?
    (Iya ga si)
    Tp kalo lulusan D4 kep. aja kerja di RS apa boleh pegang pasien? Kan kalo lulusan S1 kalo blm ners gaboleh pegang px.

    Terus untuk sekarang saya bingung mau masuk kuliah d4 keperawatan anastesi apa keperawatan umum. Mohon sarannya kak. Kan gosipnya kep.anastesi jarang dibutuhkan dan poltekes2 jarang yg buka jurusan kep. Anastesi Krn belum banyak yg tau dan minat.

    Mohon bantu jawab
    Makasih kak

    1. Sepengetahuan saya D4 itu tdk bisa lanjut ners karena jalur pendidikannya beda, namun silakan cari informasi lebih lanjut untuk kejelasannya.

      Kalau saya sarankan sih ambil anestesi saja, memang sedikit yang dibutuhkan, tapi sumber daya juga tidak banyak, jadi kemungkinan utk diterima besar

      1. Kak, apa akan sama lulusan D4 Anastesi dan perawat umum, dalam lamanya pendidikan yang ditempuh (harus ambil ners ) srta kalau mau melamar kerja di RS dan apa pangkatnya bisa setara dengan lulusan S1 bila bekerja di RS ?

        Kak, saya lagi nyari tempat kuliah anastesi, setau saya tidak ada di Makassar

        1. D4 anestsi dan Perawat jalurnya beda dek, malah skrg bahasan kalau Anestesi tdk lagi termasuk rumpun keperawatan, tapi lebih jelasnya sy kurnag tahu

  29. Kak saya mau tanya. Baik nya ambil profesi ners itu di kampus pas s1 nya atau bisa ke kampus lainnya? Terimakasih

  30. Salam kenal kak, aku mau nanya nih. Aku siswa SMA masih agak bingung. Saat pendaftaran masuk PTN, lebih baik aku mendaftar S1 Keperawatan? atau Pendidikan Profesi Ners? atau S1 Keperawatan + Pendidikan Profesi Ners? mohon sarannya kak. Terimakasih

  31. Salam kak. Saya siswa kelas 12 dan mau masuk keperawatan tapi saya masih kurang paham apa bedanya s1 keperawatan sama s1 ilmu keperawatan sih kak? Apa sama aja? Lebih baiknya masuk kemana ya kak?
    Makasih

  32. Salam kak, saya siswa kelas 12 saya masih bingung antara perbedaan s1 ilmu keperawatan sama s1 keperawatan. Apa bedanya sih kak? Terus mending pilih mana ya?

    Makasih 🙂

  33. Salam kak, mau tanya apa bedanya s1 keperawatan sama s1ilmu keperawatan? Kalo mau ambil ners lewat jalur mana ya?
    Makasih

    1. semua baik, liat apa kebutuhan anda sekarang, kalau prefer lanjut kuliah, biaya ada. silakan
      kalau mau kumpul2 duit dulu utk kuliah, bisa kerja dulu.

      sama-sama baik

  34. Kak mau tanya saya sekarang semester 7 S1 Keperawatan.
    Rencananya saya mau kerja dulu, baru nanti ambil Ners, nah kan kata kaka kalo lulusan S1 mau kerja gak bisa pegang pasien dan biasanya ditempatkan di administrasi dll, apakah saat melamar juga memerlukan STR?
    Mohon di jawab, terimakasih

    1. Ka mau nanya.. aku maba s1 keperawatan rasanya pengen keluar kuliah tahun ini kerja.. tahun depan baru mau daftar yang d3 Keperawatan.. tapi hawanya bimbang ka.. pada saran ambil d3 langsung terjun kerja perawat.. banyak yg udah s1 keperawatan + ners sampai sekarang blm jg keterima kerja dan banyak jg pindah haluan ntah jadi Bankers atau di perusahaan lain yang jauh dari kata dunia medis..

    2. kak mau tanya dong. kalau lulusan D3 nantinya apa harus ngambil D4. soalnya pernah denger katanya D3 harus lanjut D4.

  35. Ka mau tanya. Kalau sudah lulus D3 terus lanjut S1 agar bs langsung pegang pasien apakah tetap hrs ambil ners? Kl iya, berarti catatan lulus D3 tidak berpengaruh?

  36. hai kak, postingannya sangat bagus bingit 🙂 saya tahun ini mau lulus d3 keperawatan dan saya bimbang antara lanjut s1 atau kerja hehe, maaf kak saya butuh pencerahannya dari kakak 🙂 oh iya kak kalo mau jadi perawat anestesi atau perawat ok gitu bagaimana ya kak caranya? terima kasih

  37. Kak, mau tanya. Klo daftar kuliah S1 keperawatan itu udah sama pendidikan ners nya, atau setelah lulus S1 harus daftar lagi? Dan prospek kerja S2 spesialis medikal bedah itu gimana ya kak? Terimakasih

  38. Ka saya maba s1 keperawatan+ners.. banyak yang bercemooh untuk apa ambil s1 menghabiskan uang, kenapa g ambil d3 biar bisa langsung kerja.. saya harus seperti apa ka.. apakah saya harus berhenti kuliah dan tahum depan ambil program d3 keperawatan? Saya bingung ka:(

    1. Dear Suci, kalau tanya saya, saya akan bilang lanjutkan saja. S1 + Ners memang akan menghabiskan lebih banyak uang dan waktu, tapi ketika selesai, levelnya 2 tingkat lebih tinggi daripada D3 Kep

  39. Kak mau nanya untuk lulusan S.kep.,Ns semisal berminat biar jadi PNS itu tahapannya bagaimana ya kak ? Terimakasih

  40. Wah, setelah saya membaca blog kakak serta komentar yang ada di blog ini , saya udah dapet pencerahan mau ngambil S1 atau D3
    Terimakasih loh kak udah mau berbagi informasi

Leave a Reply