Perawat itu Pembantu!

Mulai dari memandikan, menyuapi, hingga membersihkan kotoran pasien. Belum lagi menerima perintah dari dokter. Perawat memang pantas disebut pembantu!

Ketika mengunjungi sebuah rumah sakit, dengan mudah kita akan menjumpai petugas kesehatan yang berpakaian putih-putih. Jumlahnya paling banyak dan kelihatan paling sibuk, sibuk di lorong-lorong rumah sakit sampai di dalam ruangan perawatan. Mondar-mandir ketika dokter datang dan harus sigap menerima perintah dari dokter. Sudah menjadi yang paling sibuk, amarah pasien maupun keluarga pasien juga harus diterima oleh mereka. Merekalah perawat.

Saya sendiri mengalaminya semasa praktek di rumah sakit, tidak jarang untuk pasien tertentu harus saya mandikan, suapi, bahkan membersihkan kotorannya. Terkadang harus mengerjakan pekerjaan dokter. Mau bagaimana lagi? Meski semasa kuliah tidak ada mata kuliah khusus memandikan dan membersihkan kotoran, hal tersebut tidak bisa dihindari jika berhubungan dengan kebutuhan pasien. Namun, apakah dengan begitu saya lantas bisa disebut sebagai pembantu? Atau secara umum kita bisa menyebut perawat itu pembantu?Perawat itu pembantu

Jika hanya menilai itu saja kemudian perawat disebut pembantu, maka kita hanya melihat satu sisi dari perawat. Hanya saja yang namanya pendapat publik itu tidak bisa dibendung dengan mudah, publik hanya akan menilai yang terlihat saja. Masyarakat terlanjur mengecap perawat sebagai pembantu atau yang paling sering terdengar perawat adalah pembantu dokter. Kenapa sih ada yang menyebut perawat sebagai pembantu dan pembantu dokter? Untuk menjawab itu pertama mari kita ketahui dulu perbedaan mendasar dari perawat dan dokter.

Cure and Care.

Perawat dan dokter sudah tentu berbeda. llmu, pekerjaan, tanggung jawab, maupun kewenangan adalah sedikit dari perbedaan antara dua profesi ini. Mari saya jelaskan secara singkat perbedaan mendasar perawat dan dokter menggunakan dua kata, Cure and Care. Cure adalah pekerjaan utama dokter, sedangakan care adalah pekerjaan utama perawat.

Jika diterjemahkan secara langsung maka cure berarti menyembuhkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  menyembuhkan/me·nyem·buh·kan/ v menjadikan sembuh; mengobati dan sebagainya supaya sembuh. Tidak salah jika ada yang sakit berharap mendapatkan kesembuhan setelah bertemu dengan dokter. Setelah melakukan pemeriksaan awal kepada pasien, dokter akan menentukan diagnosa medis kemudian memberikan obat ataupun tindakan yang bertujuan untuk mencapai kesembuhan pasien. Misal pasien datang dengan patah tulang, dokter akan memberikan obat anti nyeri serta melakukan pemasangan Gips ataupun menyambungkan tulang yang patah.

Care jika diterjemahkan secara langsung berarti peduli, hal ini juga bisa berarti merawat, mengurus, memelihara dan memperhatikan. Dalam KBBI merawat berarti /me·ra·wat/ v memelihara; menjaga; mengurus; membela (orang sakit). Kewenangan perawat bukanlah memberikan resep obat, tapi lebih kepada masalah apa yang didapatkan oleh pasien karena masalah utama yang dialami.

Misalnya pasien datang dengan patah tulang, diagnosa keperawatan akan lebih fokus mengatasi gangguan rasa nyaman : Nyeri, berhubungan dengan fraktur tadi. Diagnosa lain yang bisa muncul dengan masalah patah tulang adalah gangguan aktivitas berhubungan dengan adanya patah tulang. Untuk mengatasi nyeri, perawat akan mengajarkan tekhnik relaksasi napas dalam untuk mengurangi rasa nyeri saat datang, memberikan posisi yang nyaman untuk mengurangi nyeri. Perawat juga akan mendampingi pasien untuk bergerak secara aktif meski susah untuk bergerak agar menghindari kekakuan otot pada anggota tubuh yang sehat.

  
Pada intinya bisa disimpulkan bahwa perawat ingin mencegah terjadi masalah lain di luar masalah utama yang dialami pasien. Sejalan dengan pendapat Florence Nightingale (1895), seorang pelopor perawat modern yang mendefinisikan  Perawat adalah orang yang menjaga pasien, mempertahankan kondisi terbaiknya terhadap masalah kesehatan yang menimpanya.

Jelas bahwa perawat dan dokter masing-masing memilik kewenangan yang berbeda, masing-masing punya fokus yang berbeda. Kemudian ada yang mengatakan perawat adalah pembantu dokter mungkin karena melihat perawat ‘seakan-akan’ diperintah oleh dokter. Perawat dan dokter adalah mitra kerja yang memiliki tujuan yang sama, kesembuhan pasien. Mereka berkolaborasi dalam pelayanan kesehatan, dokter menentukan diagnosa medis yang kemudian menjadi acuan bagi perawat dalam menentukan diagnosa keperawatan. Prof. Dr. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS dalam acara The 2nd International Nursing & Health Science Student & Health Care Proffessional Conference 2015 mengatakan bahwa “Perawat adalah teman sejawat, mitra kerja dokter yang tidak bisa dipisahkan dalam mencapai pelayanan yang optimal kepada pasien, asal tidak membawa ego profesi masing-masing kita adalah tim yang hebat”.

perawat asisten dokter

 

Kok ada yang beranggapan perawat itu pembantu ?

Dalam pelaksanaan tugas perawat seperti yang dijelaskan di atas, tidak jarang perawat harus memberikan bantuan maksimal kepada pasien berdasarkan derajat ketergantungan pasien.  Ketergantungan pasien dibagi atas tiga besar, yaitu ketergantungan minimal, ketergantungan partial, dan ketergantungan maksimal atau total. Pasien dengan ketergantungan maksimal adalah pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, makan susah, bergerak susah, juga tidak bisa memenuhi kebutuhan eliminasi (buang air kecil dan besar).

Perawat yang mandapatkan pasien dengan ketergantungan maksimal tentu saja harus memberikan perawatan maksimal pula, pasien tidak bisa makan disuapi, pasien yang tidak bisa berjalan ke kamar mandi dimandikan di tempat tidur, pasien yang tidak bisa memenuhi kebutuhan eliminasi sehingga buang air kecil dan besar di kasur mau tidak mau dibersihkan juga oleh perawat. Semua hal itu dilakukan agar tidak terjadi masalah lain yang menyertai masalah utama pasien, disuapi agar bisa memenuhi kebutuhan makan pasien, dimandikan agar pasien merasa segar dan tidak kotor, dibersihkan kotorannya agar pasien tetap bersih dan tidak menderita penyakit lain karena kotorannya sendiri.

Saran untuk perawat

Mendengar atau membaca kalimat perawat itu pembantu tentu saja membuat perawat naik pitam, tapi mari berpikir dingin mungkin mereka tidak tahu saja betapa berjasanya perawat kepada pasien. Sambil menunggu masyarakat mengerti, mari tunjukkan kalau perawat itu kompeten. Jangan ragu memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pasien tentang kondisinya. Salah seorang dosen saya di S2 Keperawatan Universitas Hasanuddin, Ns. Rini Rahmawati MN., PhD mengatakan “Perawat dipandang sebelah mata oleh pasien karena kesalahan perawat itu sendiri, ketika pasien bertanya tentang kondisinya perawat sering menjawab dengan mengatakan “tunggu dokternya yah”, hal ini tentu saja menurunkan kredibilitas perawat di mata pasien”.

Menuntut kesetaraan ataupun ingin disebut sebagai mitra kerja dokter tentu dibutuhkan kompetensi yang seimbang juga, sangat naif rasanya jika menuntut hal itu tapi kompetensi dan pengetahuan kita jauh di bawah.

Mari membungkam mulut orang/media yang memandang rendah profesi kita dengan prestasi, bukan hanya retorika belaka.

 

PERAWAT ITU BUKAN PEMBANTU PASIEN, TAPI MEMBANTU PASIEN!

PERAWAT ITU BUKAN PEMBANTU DOKTER, TAPI MITRA KERJA DOKTER!

4 comments on “Perawat itu Pembantu!”

  1. Cipu says:

    Saya sering bertanya-tanya juga dimana letak perbedaan dan tanggung jawab antara dokter dan perawat. Saya acap mendapatkan perawat yang masa bodoh dengan pasiennya, namun juga sering menemukan perawat yang benar-benar bisa memposisikan diri sebagai juru “care”.

    Nice info Dian, semoga makin banyak perawat perawat handal dan semoga posisi perawat tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan mitranya (baca: dokter)

    1. ardianadw says:

      Betul kak Cipu, tidak bisa dipungkiri memang ada perawat yang cuek terhadap tanggung jawabnya tapi itu tdk bisa digeneralisasi ke semua. 🙂

  2. indah mega mustika says:

    izin share yaa 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: